Gajah Deo dan Sinta Tiba di Tabang Zoo, BKSDA Pastikan Kondisinya Prima

Gajah Deo dan Sinta. (FOTO: BKSDA Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dua gajah titipan negara, Deo dan Sinta, kini menempati habitat barunya di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah menjalani proses translokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memastikan kedua satwa tersebut dalam kondisi sehat dan prima setelah menempuh perjalanan menuju Kalimantan Timur.

Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, mengatakan Deo dan Sinta langsung mendapat pemeriksaan medis setelah tiba di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa malam.

“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus dan hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bahwa satwa tersebut sangat sehat,” ujar Ari kepada benuakaltim.co.id, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Bangsalan di Palaran Samarinda, 7 Pintu Ludes Dilalap Api

Setelah tiba, kedua gajah tersebut ditempatkan di paddock baru dengan luas sekitar 1,1 hektare. Fasilitas itu dirancang berdasarkan rekomendasi para ahli gajah dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan kebutuhan alami satwa.

Area tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kandang utama, areal umbaran, kandang jepit hingga gudang penyimpanan pakan bernutrisi.

Menurut Ari, proses pemindahan dilakukan setelah fasilitas sebelumnya di Gembira Loka Zoo dinilai telah mengalami keterbatasan kapasitas. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat upaya pengembangbiakan gajah secara optimal.

Baca Juga :  Perbaiki Perahu, Juru Mudi Tambangan Ditemukan Meninggal Dunia di Bawah Kapal

“Pemindahan ini terpaksa dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya sudah berlebih sehingga dapat menghambat proses perkembangbiakan satwa secara maksimal,” jelasnya.

Deo yang kini berusia 30 tahun dan Sinta berumur 40 tahun sebelumnya dititipkan di Gembira Loka Zoo untuk menjalani proses pengenalan dan pemantauan karakter serta perilaku alaminya.

BKSDA Kaltim juga memastikan proses adaptasi kedua gajah menjadi perhatian utama, mengingat keduanya baru saja menempuh perjalanan cukup jauh.

“Kami senantiasa menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau proses adaptasi lingkungan mereka setiap hari tanpa henti,” ungkap Ari.

Tim perawat tersebut merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo. Mereka akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan serta perilaku kedua gajah tetap stabil selama masa adaptasi.

Baca Juga :  Kreativitas Pakai Botol Bekas-Bambu Mampu Ubah Tampilan Kampung di Samarinda Ini

Selain pengawasan langsung, pengelola Tabang Zoo juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan Deo dan Sinta kepada pemerintah secara rutin setiap tahun.

Ari menegaskan BKSDA Kaltim akan terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan kedua satwa dilindungi tersebut.

“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terjadi potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha