benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kebakaran menghanguskan sebuah bangsalan atau rumah sewa di Jalan HB Suparno, RT 29, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda, Sabtu (15/8/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 Wita tersebut sontak membuat warga panik. Kobaran api muncul di tengah permukiman, tidak jauh dari kawasan Pasar Palaran.
Salah seorang warga, Salwa, mengatakan dirinya tengah tertidur ketika mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran.
“Saya sedang tidur, tiba-tiba ada warga teriak kebakaran. Ketika saya keluar rumah, api sudah besar di samping tempat tinggal saya di sisi kanan bangsalan itu,” ujar Salwa.
Mendengar kabar tersebut, Salwa bersama warga lainnya langsung bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Pasalnya, posisi bangsalan yang terbakar cukup dekat dengan bangunan warga lainnya.
Rumah Salwa yang berada persis di sebelah lokasi kebakaran turut terdampak. Meski tidak sampai terbakar habis, bagian dinding rumah terlihat gosong akibat terkena paparan panas dan kobaran api.
Menurut Salwa, para penghuni bangsalan langsung berusaha menyelamatkan diri ketika api mulai membesar. Ia tidak melihat adanya upaya pemadaman dari penghuni karena kobaran api sudah cukup besar.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bersama relawan kemudian bergerak melakukan penanganan.
Narahubung Disdamkarmat Samarinda, Hery Suhendra, mengatakan berdasarkan data sementara dari Ketua RT, objek utama yang terbakar merupakan satu bangsalan dengan tujuh pintu. Kebakaran juga berdampak terhadap dua bangunan di sekitarnya.
“Data sementara dari Ketua RT, yang terbakar 1 bangsalan 7 pintu, dengan terdampak 2 bangunan,” kata Hery.
Bangunan yang terbakar mayoritas menggunakan material kayu. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan meningkatkan risiko merembet ke rumah di sekitar lokasi.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan armada dari Posko 5 dan Posko 6. Masing-masing posko mengirimkan tiga unit armada sehingga total enam unit kendaraan pemadam diterjunkan.
Penanganan juga mendapat dukungan dari para relawan serta Barisan Relawan Kebakaran (Redkar). “Proses pemadaman sekitar 45 menit,” jelas Hery.
Dalam proses pemadaman, akses menuju lokasi masih memungkinkan dilalui armada pemadam berukuran besar. Namun, petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
Hingga api berhasil dikendalikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Untuk penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian,” ujar Hery.
Adapun total kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






