benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah memperjuangkan dukungan anggaran secara masif demi mewujudkan pembangunan dan optimalisasi fasilitas kesehatan di wilayah pesisir, salah satunya melalui proyek strategis pembangunan Rumah Sakit Talisayan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sari, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi secara aktif dan mengajukan usulan resmi kepada pemerintah pusat guna mengawal kebutuhan anggaran tersebut. Namun, ia tak menampik realisasi di lapangan sangat bergantung pada kebijakan fiskal pusat.
“Namanya memohon, ya kita datang sebagai pihak yang memohon. Kita hanya menjalankan fungsi mengajukan permohonan, soal disetujui atau tidak tentu itu tergantung pusat,” ujar Lamlay Sari saat ditemui, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan memastikan bakal mengawal usulan tersebut secara maksimal agar prospek anggaran pembangunan fasilitas kesehatan ini bisa terakomodasi dengan baik dalam APBN.
Ketika disinggung mengenai kepastian besaran anggaran maupun rincian teknis lahan yang dibutuhkan, Lamlay menyebut proses tersebut masih bersifat dinamis dan menunggu lampu hijau dari pusat.
“Mana bisa dipastikan sekarang, itu tergantung pusat. Kita kan sifatnya hanya mengusulkan dan berproses,” tambahnya.
Pembangunan fasilitas layanan kesehatan representatif di kawasan Talisayan sendiri dinilai sangat krusial mengingat luasnya wilayah cakupan geografis serta tingginya kebutuhan akses kesehatan bagi masyarakat di pesisir Berau.
Dinkes Berau berharap proposal yang telah diajukan dapat menjadi prioritas pembiayaan nasional demi pemerataan fasilitas kesehatan di daerah. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






