benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap mengular di wilayahnya.
Langkah tegas diambil Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dengan memboyong jajarannya terbang langsung ke Jakarta demi meminta tambahan kuota BBM.
Namun, Sri Juniarsih menegaskan penambahan pasokan dari pusat tidak akan efektif apabila masalah mendasar di tingkat lokal tidak diselesaikan. Menurutnya, praktik kecurangan menjadi biang kerok utama yang membuat BBM di Kabupaten Berau terus langka.
“Sebanyak apa pun kuota yang diberikan kepada kita, selama pembagiannya tidak merata, kemudian ada orang-orang yang curang di dalamnya, salah satunya mungkin pengetap dan penjual-penjual ilegal, itu yang mungkin perlu kita atur,” ujar Sri Juniarsih saat memberikan keterangan, Jumat (11/9/2026).
Ia menekankan pentingnya penataan dan pengawasan distribusi agar pasokan BBM dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Berau secara adil. Langkah penertiban terhadap pengetap dan pedagang ilegal dinilai menjadi kunci utama untuk memutus rantai antrean panjang yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
Kunjungan kerja ke Jakarta ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tambahan kuota BBM, tetapi juga memicu pembenahan sistem distribusi di daerah agar krisis BBM tidak terus berulang. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






