benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Timur (Kaltim) masih terjadi. Pemerintah Provinsi Kaltim menilai persoalan tersebut bukan semata-mata akibat keterbatasan stok BBM, tetapi juga berkaitan dengan jam operasional dan jumlah SPBU di sejumlah daerah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Kalimantan dan Sulawesi. Namun, ia memastikan ketersediaan BBM saat ini masih mencukupi.
Menurut Rudy, persoalan justru muncul ketika distribusi dan pelayanan di tingkat SPBU tidak berjalan optimal.
“Intinya begini, pertama bahwa kuota untuk BBM bersubsidi hari ini, itu angkanya sudah mencapai 10 persen, melampaui daripada target yang telah ditentukan oleh pemerintah,” kata Rudy.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah jam operasional SPBU. Rudy menilai pembatasan waktu pelayanan hingga malam hari turut membuat antrean menumpuk pada jam-jam tertentu.
“Persoalannya SPBU-SPBU yang mestinya harus bisa beroperasi 24 jam, mereka hanya sampai dengan jam 10 malam saja,” ujarnya.
Selain jam operasional, keterbatasan jumlah SPBU juga dinilai menjadi persoalan. Balikpapan menjadi salah satu daerah yang disebut masih membutuhkan tambahan fasilitas penyaluran BBM.
Rudy mengatakan minat pengusaha untuk membuka SPBU di Balikpapan masih rendah. Kondisi itu dipengaruhi margin usaha yang tipis serta keterbatasan lahan.
“Yang ketiga, memang beberapa wilayah seperti Balikpapan minim sekali SPBU karena pengusaha SPBU tidak tertarik untuk melaksanakan bisnis daripada SPBU. Satu, tingkat marginnya yang tipis. Yang kedua, arealnya yang sempit di wilayah Balikpapan,” jelasnya.
Menurut Rudy, penyelesaian antrean BBM tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan stok. Pengaturan distribusi, optimalisasi jam pelayanan, serta pemerataan SPBU juga perlu menjadi perhatian.
Ia menilai penambahan SPBU di wilayah yang masih minim fasilitas dan optimalisasi jam operasional dapat membantu mengurai antrean, terutama ketika kebutuhan BBM masyarakat meningkat.
Dengan pembenahan tersebut, pelayanan BBM bersubsidi diharapkan lebih merata sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean di SPBU. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






