Agenda Pemeriksaan Terdakwa, Asrin Akui Pernah Jadi Korban Kekerasan Seksual Sesama Jenis

Terdakwa Asrin saat digiring untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Terdakwa penyimpangan kekerasan seksual sesama jenis, Asrin (25) kembali duduk di kursi pesakitan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Selasa (28/4/2026) kemarin.

Dalam sidang yang mengagendakan terdakwa mengajukan saksi meringankan itu, Asrin tidak menghadirkan saksi sesuai agenda persidangan. Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, juga terungkap fakta baru, bahwa Asrin mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis sebelum akhirnya menjadi pelaku.

Juru Bicara PN Tanjung Redeb, Agung Dwi Prabowo mengatakan, terdakwa tidak mengajukan saksi meringankan sehingga agenda sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Baca Juga :  Terindikasi Kendalikan Narkoba di Balik Jeruji, Rutan Tanjung Redeb Pindahkan 14 WBP

“Terdakwa tidak mengajukan saksi meringankan, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa,” ujarnya Rabu (29/4/2026).

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, terdakwa mengakui perbuatan cabul terhadap sejumlah korban.

“Terdakwa mengakui perbuatan cabulnya terhadap Anak Korban 1 sebanyak empat kali, Anak Korban 2 sebanyak satu kali dan Saksi Dewasa sebanyak satu kali yang kesemuanya dilakukan di wilayah Kabupaten Berau,” jelasnya.

Selain itu, Asrin juga mengaku dirinya seorang biseksual. Ia menyebut pertama kali mengalami hubungan seksual sesama jenis, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca Juga :  Pergoki Pencuri, Pemilik Rumah di Bedungun Berau Jadi Korban Penikaman

“Pertama kali terdakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis adalah ketika dirinya menjadi korban ketika masih usia SD,” ujarnya

“Ketika itu ada seorang mahasiswa KKN di daerah tempat tinggalnya yang melakukan pencabulan juga terhadap terdakwa,” tambah Agung.

Dalam persidangan itu juga terungkap, jumlah korban diduga lebih dari tiga orang. Bahkan bisa mencapai delapan orang, namun hanya tiga orang yang berani speak up.

“Jumlah korban adalah lebih dari tiga orang namun bisa sampai delapan orang, namun hanya 3 tiga orang yang berani speak up,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Berau Siap-Siap, Aliran Air Bakal Mati Total Hari Ini, Cek Daftar Wilayahnya di Sini!

Selain itu, terdakwa juga mengakui bahwa, dirinya aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan kepariwisataan di Kabupaten Berau.

“Terdakwa sejak tahun 2018 telah menjadi pembina pramuka, dan merupakan Duta Pariwisata dan Duta Pemuda Kabupaten Berau serta Duta Budaya tingkat Provinsi Kaltim,” katanya.

Sidang selanjutnya dijadwalkan kembali digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh penuntut umum. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *