Samarinda U21 Harumkan Kaltim, Raih Runner-up Nasional di BBOT 2026

Foto bersama Samarinda U21 usai keluar sebagai runner-up nasional di BBOT 2026. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Bridge Balikpapan Open Tournament (BBOT) 2026 kembali menghadirkan persaingan sengit pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (13/6/2026). Selain menyelesaikan nomor Consolation Swiss Team dan Junior U-21 Team, turnamen ini juga mencatat rekor baru dengan keikutsertaan 106 pasangan pada nomor pasangan terbuka, jumlah terbanyak sejak pandemi Covid-19.

Tingginya antusiasme peserta membuat panitia harus menutup pendaftaran lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Keterbatasan meja pertandingan dan kapasitas ruangan menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana BBOT 2026, Octavianus Batara, mengaku tidak menyangka jumlah peserta akan membludak hingga melampaui perkiraan awal.

“Kami sampai harus menutup pendaftaran dua jam lebih awal karena kapasitas ruangan dan jumlah meja yang tersedia sudah tidak memungkinkan untuk menerima tambahan peserta. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bridge sangat tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ferkusi Kaltim Andalkan SDM Lokal untuk Pimpin Pertandingan Kurash di Porprov 2026

Pada nomor Consolation Swiss Team, tim Djarum Bold berhasil tampil sebagai yang terbaik setelah mengumpulkan 84,87 Victory Point (VP).

Tim juara diperkuat oleh Kamto, Kristina Wahyu M, Ego Agnes, Monica Ayu, M. Hasyimi, dan Fransisca Tri.

Posisi runner-up ditempati Lucky Duck International dengan raihan 74,73 VP. Tim ini menjadi satu-satunya peserta yang diperkuat pemain internasional, yakni Gemma Tan dari Filipina dan Alan Sia dari Malaysia, bersama Sarce Pontoh dan Roro Joffani.

Sementara peringkat ketiga diraih Kota Depok dengan 74,21 VP, diperkuat Melky Ligouw, Sandri Supit, Fanly Korompis, Bryan Rombon, Menhard Manangkot, dan Edward S.

Adapun posisi empat hingga enam ditempati oleh Djarum Super, MCC Presvarsi, dan Paser Balikpapan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah pembinaan sebesar Rp10 juta untuk juara pertama, Rp8 juta bagi juara kedua, Rp6 juta untuk juara ketiga, sementara peringkat empat hingga enam masing-masing memperoleh Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta.

Baca Juga :  Ferkusi Kaltim Andalkan SDM Lokal untuk Pimpin Pertandingan Kurash di Porprov 2026

Persaingan di nomor Junior U-21 Team juga berlangsung kompetitif dengan diikuti 12 tim dari berbagai daerah.

Tim Isradi Youthcamp U21 keluar sebagai juara setelah mengumpulkan 108,21 VP. Mereka diperkuat M. Gathan Khairy, Duncan D. Dumanauw, Jonathan Wahyu, Jaedon Kairupan, M. Rafi Putra Iswara, dan Rachel Abiyu S.

Posisi kedua diraih Samarinda U21 dengan 96,28 VP, sedangkan Kabupaten Pasuruan U21 berada di peringkat ketiga dengan 96,12 VP.

Sementara tiga besar berikutnya ditempati Paser Balikpapan Junior U21, Tanah Laut U21, dan PPU Junior U18.

Panitia menyiapkan hadiah pembinaan Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta bagi peringkat kedua dan ketiga, serta Rp3 juta dan Rp2 juta untuk tim di posisi berikutnya.

Baca Juga :  Ferkusi Kaltim Andalkan SDM Lokal untuk Pimpin Pertandingan Kurash di Porprov 2026

Di nomor utama BBOT 2026, persaingan menuju gelar juara masih berlangsung ketat setelah tiga sesi babak final selesai dimainkan.

Berdasarkan klasemen sementara, BTC memimpin dengan 39,16 VP, diikuti MBC Mampang yang mengoleksi 37,35 VP, serta Climanusa di posisi ketiga dengan 34,85 VP.

Di bawahnya berturut-turut terdapat Bridto Club Minahasa, Olly Dondokambey Open, dan Inkorincorp Balikpapan.

Dengan selisih poin yang masih tipis di papan atas, sesi terakhir yang digelar pada hari penutupan diprediksi menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai juara Bridge Balikpapan Open Tournament 2026. Seluruh tim papan atas masih memiliki peluang untuk melakukan perubahan posisi hingga pertandingan terakhir. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha