benuakaltim.co.id, BERAU –Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan proyek infrastruktur jalan dan jembatan akan menjadi prioritas utama sepanjang tahun 2026.
Tidak tanggung-tanggung, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan ini direncanakan tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
Sekretaris DPUPR Berau, Bambang, mengungkapkan langkah ini merupakan bagian dari tugas pokok DPUPR dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa.
“Pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan infrastruktur daerah seperti jalan, jembatan, hingga drainase adalah fokus utama kami. Jika ditanya apakah ada proyek jalan tahun ini? Pasti ada, karena itu tupoksi kami,” ujar Bambang, Jumat (1/5/2026).
Bambang merincikan sejumlah titik strategis yang akan mendapatkan sentuhan perbaikan dan pembangunan baru.
Proyek ini mencakup wilayah perkotaan Tanjung Redeb hingga jalan usaha tani di wilayah pedalaman. Berikut adalah beberapa proyek infrastruktur yang diproyeksikan rampung tahun ini:
• Kawasan Singkuang: Lanjutan pembangunan Jalan Singkuang Mantaritip dengan panjang kurang lebih 400 meter.
• Kecamatan Gunung Tabur: Pembangunan Jalan Usaha Tani di KM 16 Kampung Maluang sepanjang 700 meter.
• Kecamatan Sambaliung dan Tanjung Perangat: Peningkatan jalan di kawasan RT 1 Kelurahan Tanjung Panjang (300 meter) dan RT 6 Kampung Eka Sapta (300 meter).
• Kecamatan Teluk Bayur: Pembangunan jalan gang di kawasan Gang Hudzalifah (300 meter).
Meski hanya sepanjang 200 meter, proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar dari APBD 2026.
“Anggarannya cukup besar untuk jarak 200 meter karena kemungkinan ada pembukaan jalan baru, sehingga membutuhkan biaya konstruksi yang lebih tinggi,” sebut Bambang.
Mengenai kapan masyarakat bisa menikmati fasilitas jalan baru tersebut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar proyek tengah memasuki tahapan krusial dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Saat ini masih dalam proses tender atau lelang. Hampir semua paket proyek sudah tayang di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Masyarakat bisa memantau langsung perkembangannya di sana,” pungkasnya.
DPUPR Berau optimis seluruh pengerjaan fisik dapat dimulai tepat waktu setelah proses lelang selesai, guna memastikan konektivitas antarwilayah di Berau semakin lancar dan menunjang ekonomi kerakyatan. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






