DLHK Berau Minta Semua Pihak Berperan Atasi Masalah Sampah

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Persoalan sampah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tampaknya sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau bahkan blak-blakan mengaku tidak bisa bergerak sendirian tanpa bantuan warga.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menegaskan penanganan sampah di wilayahnya mustahil tuntas jika hanya mengandalkan pemerintah daerah.

“Peran serta masyarakat, baik mahasiswa maupun elemen lainnya, sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Zulkifli kepada media, Senin (1/6/2026).

Baca Juga :  Kontingen Berau Ikuti 47 dari 67 Cabor di PORPROV VIII Kaltim 2026

Guna mengatasi darurat sampah yang mulai mengepung wilayah perairan, DLHK Berau kini terpaksa memaksimalkan seluruh armada operasionalnya, termasuk menerjunkan kapal pengangkut sampah khusus.

Langkah ini diambil karena tingginya volume sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan dan mencemari kawasan pesisir serta aliran sungai di perkotaan.

“Seluruh alat yang dimiliki akan kami maksimalkan, termasuk kapal pengangkut sampah, dengan menyesuaikan waktu yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Periode Januari-September, ETLE di Berau Jaring 2.985 Pelanggar Lalu Lintas

Pihaknya kini fokus mengevaluasi titik-titik krusial yang tidak bisa dijangkau oleh truk sampah darat. Zulkifli juga menyoroti adanya Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat yang menginstruksikan gerakan kerja bakti massal setiap hari Jumat dan Minggu.

Namun, ia menyentil aksi bersih-bersih ini seharusnya tidak dilakukan hanya karena gugur kewajiban atau sekadar mengikuti jadwal formalitas. DLHK Berau menuntut aksi nyata yang konsisten dari masyarakat di luar hari yang ditentukan tersebut.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Gudang Penyimpanan Sabu di Berau, Diduga Dikendalikan Napi Asal Tarakan

“Kami berharap kegiatan gotong royong tidak hanya dilakukan saat ada jadwal tertentu, tetapi dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap keterlibatan aktif dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas peduli lingkungan dapat menekan lonjakan volume sampah di Berau secara bertahap dan merata. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha