Pasca Erupsi Krakatau, Penerbangan Samarinda-Jakarta Kembali Beroperasi

Bandara APT Pranoto Samarinda. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Layanan penerbangan rute Samarinda-Jakarta kembali berjalan normal setelah sebelumnya mengalami pembatalan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepastian normalnya kembali aktivitas penerbangan tersebut disampaikan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas IA APT Pranoto Samarinda. Sejumlah maskapai yang melayani rute Samarinda-Jakarta kini kembali mengangkut penumpang.

Kepala UPBU Kelas IA APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan operasional penerbangan kembali dibuka setelah kondisi dinilai memungkinkan bagi keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, PWI Kaltim Kumpulkan Keluarga Besar Lewat Family Gathering

“Pihak bandara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengertian, kesabaran, serta kepercayaan para pengguna jasa selama proses penyesuaian operasional berlangsung,” ujar Kadek, Rabu (9/9/2026).

Normalnya kembali rute Samarinda-Jakarta cukup penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat melalui Bandara APT Pranoto.

Data operasional selama Agustus 2026 mencatat jumlah penumpang mencapai 58.973 orang untuk penerbangan pulang-pergi. Jika dirata-ratakan, pergerakan penumpang mencapai sekitar 1.902 orang per hari.

Baca Juga :  Satpol PP Bongkar Lapak di Fasilitas Umum, Temukan Banyak Botol Miras

Sejumlah penerbangan yang kembali beroperasi di antaranya Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6256/6257 dan ID 6677/6676.

Kemudian Citilink melalui penerbangan QG 423/422, serta Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 581/580.

Sebelumnya, seluruh penerbangan tersebut sempat terdampak penutupan aerodrome di Jakarta. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Lakukan Pengaspalan Rutin di Ruas Sp. 3 Bontang–Bts. Kota Bontang

Meski layanan telah kembali normal, UPBU APT Pranoto tetap meminta calon penumpang tidak langsung berpatokan pada jadwal lama.

Penumpang diimbau rutin memantau informasi dari maskapai sebelum berangkat, terutama terkait waktu keberangkatan dan status penerbangan.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi operasional kembali mengalami gangguan. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha