Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Kaltim, Dinkes Catat 327.160 Kasus ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak.(FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

SAMARINDA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi fokus penanganan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim hingga saat ini.

Selain mengingatkan masyarakat untuk membatasi paparan asap dengan penggunaan masker, pemerintah juga memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi gangguan pernapasan.

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan paparan asap karhutla berpotensi memperburuk kondisi kesehatan, terutama karena partikel halus yang terkandung di dalamnya dapat terhirup saat masyarakat beraktivitas.

Karena itu, Dinkes Kaltim meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai risiko penyakit akibat kabut asap. Pemantauan perkembangan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) juga dilakukan sebagai langkah mendeteksi potensi peningkatan gangguan kesehatan.

Baca Juga :  BPBD Kaltim Catat 2.377 Karhutla Sepanjang 2026, Luas Terdampak Hampir 10 Ribu Ha

Selain itu, Dinkes Kaltim telah menyalurkan 10 unit mesin oxygen concentrator dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan ke sejumlah puskesmas di wilayah prioritas. Peralatan tersebut disiapkan untuk membantu penanganan awal pasien yang mengalami gangguan pernapasan sesuai kebutuhan medis.

Kesiapsiagaan ini dilakukan di tengah tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim. Hingga 18 Oktober 2026, jumlah kumulatif kasus ISPA di 10 kabupaten/kota mencapai 327.160 kasus.

Balikpapan menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 91.895 kasus. Disusul Samarinda sebanyak 65.982 kasus dan Kutai Kartanegara mencapai 42.614 kasus.

Ishak mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap, meskipun belum semua kasus gangguan pernapasan dapat dikaitkan langsung dengan karhutla.

“Jangan terlalu menganggap enteng asap ini. Artinya bahwa ini nyata, ada ancaman bahaya terkait partikel-partikel halus yang ada,” ujarnya saat dimintai keterangan, Jumat, (30/10/2026).

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Percepat Pekerjaan Box Culvert di Ruas Bontang–Sangatta STA 54+100

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat atau berbahaya. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak juga sebaiknya dikurangi untuk menekan paparan asap.

“Kalau lagi beraktivitas di luar pakailah masker. Kalau tidak, ya jangan banyak beraktivitas di luar untuk mengurangi terhisapnya debu-debu ataupun juga partikel-partikel halus itu,” jelasnya.

Kewaspadaan tersebut juga relevan dengan kondisi kualitas udara di Samarinda. Berdasarkan data pemantauan BMKG Samarinda pada Jumat (30/10/2026), kualitas udara sempat berada pada kategori berbahaya dengan angka 322,7 hingga 504 µg/m³ sampai sekitar pukul 08.00 WITA.

Baca Juga :  Dinkes Kaltim Prediksi Kasus DBD Meningkat pada Desember-Januari

Kondisi kemudian berangsur membaik setelah hujan turun di beberapa titik Kota Samarinda meski tak berlangsung lama.

Pada pukul 14.40 WITA, kualitas udara tercatat 40,2 µg/m³ atau masuk kategori sedang. Meski membaik, perubahan kualitas udara tersebut menunjukkan masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan peningkatan polusi, khususnya ketika aktivitas karhutla masih berlangsung.

Masyarakat juga diminta lebih memperhatikan kondisi anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan. Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya, warga disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Kaltim berharap kesiapan fasilitas kesehatan dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pencegahan dapat mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha