benuakaltim.co.id, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan pesan menohok jelang momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb.
Di hadapan awak media, ia secara gamblang menyentil dinamika daerah yang semakin kompleks hingga mengingatkan pentingnya menekan potensi gesekan di masyarakat.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa seiring bertambahnya usia Kabupaten Berau, pertumbuhan penduduk dan dinamika sosial di lapangan tidak bisa dihindari.
Oleh karena itu, ia menuntut adanya kedewasaan dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusifitas daerah.
“Pertumbuhan masyarakat pun juga bertambah. Dinamika yang terjadi di lapangan juga semakin banyak. Berarti yang dituntut adalah kedewasaan kita, kedewasaan kita dalam membangun hubungan yang baik antara yang satu dengan yang lain,” ujar Sri Juniarsih saat memberikan keterangan kepada awak media Sabtu (12/9/2026)
Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim daerah agar tetap aman dan kondusif dengan meminimalisir perselisihan antarkelompok.
“Menjaga kondusifitas supaya Berau ini tetap aman, tetap baik, dan kita mengurangi gesekan-gesekan dengan mana pun. Kita saling mendoakan,” tegasnya.
Tak hanya bicara soal dinamika daerah, Bupati perempuan pertama di Berau ini juga secara terbuka menyentil sisa masa jabatannya yang kini tak lagi panjang.
Ia mengingatkan bahwa pimpinan daerah memiliki batas waktu, namun masa depan Kabupaten Berau justru berada di tangan generasi muda.
“Kalau saya sebagai kepala daerah, sisa waktu jabatan ini cuma sebentar. Tetapi anak-anak muda, penduduk Berau yang ada di sini, semuanya mempunyai peluang untuk mengangkat potensi masing-masing sesuai dengan kemampuannya,” kata Sri Juniarsih.
Ia berharap seluruh potensi lokal yang ada dapat dihidupkan secara bersama-sama guna mendongkrak perekonomian masyarakat secara luas.
“Potensi-potensi yang ada kita hidupkan bersama-sama yang tujuannya adalah untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Sehingga kerja sama, hubungan baik, kemudian kondusifitas tetap kita jaga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli






