benuanta.co.id, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan sentilan menohok kepada perbankan swasta yang beroperasi di wilayahnya.
Ia meminta bank swasta tidak sekadar berfokus mencari nasabah, tetapi juga aktif mengalirkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendampingi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Hal tersebut ditegaskan Sri Juniarsih saat membuka acara pembinaan UMKM yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, pemangkasan dan efisiensi anggaran pemerintah daerah saat ini membuat peran pihak swasta—khususnya sektor perbankan—sangat dibutuhkan untuk menopang ekonomi masyarakat.
“Kawasan kita ini efisiensi anggaran, sehingga kami memohon dorongan dan support dari bank-bank swasta. Jangan sampai kalau ada surat masuk ke bank swasta dianggap seperti perwakilan dari RT, padahal ini organisasi pelat merah yang punya keterbatasan anggaran,” ujar Sri Juniarsih Sabtu (22/8/2026).
Ia membandingkan kontribusi bank swasta dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara yang dinilainya sangat aktif mempromosikan produk lokal hingga ke pameran luar negeri.
Sri meminta bank swasta meniru langkah tersebut agar terjadi efisiensi dan sinergi CSR yang tepat sasaran.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, perusahaan swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat (NGO) adalah bentuk simbiosis mutualisme.
“Perbankan swasta membutuhkan pelaku usaha sebagai nasabah untuk memutar uang, sehingga wajib memberikan dukungan modal dan pembinaan,” bebernya.
Lalu menurutnya sektor swasta dan perusahaan seperti PT Pama Persada Nusantara, diharapkan menyelaraskan program CSR dengan peta kebutuhan masyarakat yang telah disusun Pemkab Berau.
“NGO seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), berperan menjaga kelestarian alam seiring pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat melalui kearifan lokal,” imbuhnya.
Bupati Berau juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk UMKM, khususnya pada aspek pengemasan (packaging).
Ia memuji salah satu jaringan hotel, Mercure, yang mau menerima dan memasarkan produk UMKM Berau di area lobi hotel dengan sistem pembayaran digital (QRIS).
“Kalau urusan rasa makanan, jangan ragu. Yang harus dievaluasi adalah packaging-nya supaya antara rasa dan rupa sesuai, sehingga harganya bisa di-upgrade,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Sri Juniarsih berpesan agar pelaku UMKM tidak cepat puas dan terus menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) serta memanfaatkan media sosial untuk promosi.
“Terlebih, Berau baru saja meluncurkan motif Batik Berawan Neratua di Grand Indonesia, Jakarta, yang dinilai menjadi momentum besar bagi promosi kerajinan daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli






