benuakaltim.co.id, BERAU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membeberkan strategi politik serta syarat mutlak yang terbilang berani bagi calon pemimpin di wilayah tersebut.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, M. Husni Fahruddin, mengungkapkan rahasia utama untuk mendongkrak keterpilihan dan menguasai perolehan kursi pada pemilihan legislatif (pileg) hingga kepala daerah (pilkada) terletak pada kedekatan nyata dengan masyarakat.
Menurut Husni, sekretariat Golkar dari tingkat pusat hingga daerah telah dicanangkan untuk berfungsi sebagai ‘Rumah Aspirasi’ dan ‘Rumah Rakyat’ yang terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita menyatu dengan masyarakat, kita tahu kesulitan masyarakat, dan kita tahu mencari solusi dari kesulitan itu. Sehingga otomatis kemudian mendongkrak keterpilihan kita. Masyarakat menyukai kita, keterpilihan naik, kursi kita makin naik. Karena percayalah, menang pileg pasti menang pilkada,” ujar Husni saat ditemui awak media, Kamis (27/8/2026).
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan emosional dengan warga. Jika kantor partai dijadikan tempat diskusi, ramah tamah, dan komunikasi yang dekat, rasa sayang dan kepercayaan publik secara alami akan terbangun.
Tak hanya bicara soal kedekatan dengan rakyat, DPD Golkar Kaltim juga memberlakukan pakta integritas yang sangat ketat dan mengikat bagi para kadernya, termasuk dukungan untuk kepemimpinan Ibu Syarifah Masitah Assegaf.
Husni menegaskan hasil rapat pleno DPD Golkar Kaltim menetapkan syarat khusus bagi siapa saja yang menduduki posisi ketua.
“Rapat pleno Golkar Kaltim mencantumkan syarat bahwa siapa pun yang menjadi ketua harus berani untuk menjadi calon kepala daerah. Kalau kemudian dalam perjalanannya dia berinisiatif untuk tidak menjadi calon kepala daerah, maka dia wajib mundur sebagai ketua. Nah, itu pakta integritas kita,” tegasnya.
Strategi menjadikan sekretariat sebagai rumah rakyat sekaligus mempertegas pakta integritas kader ini diharapkan dapat memperkuat posisi Golkar di Kaltim, baik dalam kontestasi legislatif maupun pemilihan kepala daerah mendatang. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






