benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kaltim mulai menyusun langkah strategis untuk menghadapi agenda politik nasional yang akan datang.
Dalam satu tahun ke depan, partai berlambang Ka’bah tersebut memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi hingga mempererat hubungan dengan basis konstituen tradisional sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilihan Umum (Pemilu).
Ketua DPW PPP Kaltim, Gamalis, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi prioritas utama partainya.
Menurut dia, penguatan mesin partai harus dilakukan sejak dini agar seluruh elemen organisasi dapat bekerja secara optimal ketika tahapan Pemilu mulai berjalan.
Ia menjelaskan, proses konsolidasi tidak hanya dilakukan di tingkat wilayah, tetapi juga menyentuh seluruh jajaran kepengurusan hingga ke akar rumput.
Struktur partai mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga pengurus di tingkat paling bawah akan menjadi fokus pembenahan dan penguatan.
“Dalam satu tahun ke depan hingga akhir tahun ini, fokus utama kami adalah melakukan konsolidasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu. Jaringan dan struktur partai harus semakin kuat, mulai dari tingkat DPC, PAC, sampai ke tingkat bawah,” ujar Gamalis pada Senin (15/6/2026).
Menurutnya, tantangan politik yang dihadapi partai saat ini jauh berbeda dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Perubahan regulasi kepemiluan membuat partai politik dituntut lebih siap, baik dari sisi administrasi maupun keberadaan organisasi secara nyata di lapangan.
Gamalis mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah proses verifikasi faktual yang menjadi syarat penting bagi partai politik peserta pemilu.
Jika sebelumnya proses verifikasi lebih banyak berfokus pada kelengkapan dokumen administrasi, kini partai harus mampu menunjukkan aktivitas organisasi yang berjalan aktif dan terstruktur.
Karena itu, koordinasi yang intensif antara pengurus wilayah, cabang, dan anak cabang menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Komunikasi yang terjaga dinilai menjadi kunci untuk memastikan seluruh perangkat partai tetap aktif dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilu.
“Verifikasi faktual mengharuskan kita memastikan struktur partai benar-benar hidup dan berjalan. Oleh sebab itu, komunikasi dengan DPC dan PAC harus terus dilakukan agar seluruh organisasi tetap aktif dan siap menghadapi setiap tahapan yang ada,” jelasnya.
Selain memperkuat struktur organisasi, PPP Kaltim juga menargetkan peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, partai akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
Gamalis mengakui masih terdapat sejumlah PR yang harus diselesaikan, terutama terkait penguatan kepengurusan dan efektivitas kerja organisasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, penataan struktur kepemimpinan menjadi langkah awal yang akan dilakukan.
PPP berencana menempatkan kader-kader terbaik pada posisi strategis di berbagai tingkatan kepengurusan.
Mulai dari ketua, sekretaris, hingga pengurus lainnya akan disusun berdasarkan kebutuhan organisasi dan kemampuan masing-masing kader untuk menggerakkan roda partai.
“Penataan struktur menjadi bagian penting yang akan kami lakukan. Kami ingin memastikan posisi-posisi strategis diisi oleh figur yang mampu bekerja dan membangun organisasi,” imbuhnya.
“Struktur yang kuat merupakan modal utama untuk menghadapi berbagai agenda politik ke depan,” katanya.
Di samping penguatan organisasi internal, PPP Kaltim juga berupaya kembali mempererat hubungan dengan kelompok masyarakat yang selama ini menjadi basis utama partai.
Sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai Islam, PPP menilai kedekatan dengan komunitas keagamaan harus terus dipelihara. Pesantren, masjid, tokoh agama, majelis taklim, hingga berbagai komunitas masyarakat berbasis keagamaan akan menjadi bagian dari strategi penguatan dukungan politik yang disiapkan partai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kembali hubungan historis yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara PPP dan masyarakat.
Gamalis menegaskan bahwa identitas PPP sebagai Partai Ka’bah tidak dapat dipisahkan dari peran umat dan lembaga-lembaga keagamaan yang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatan politik partai.
“Basis-basis tradisional yang selama ini menjadi kekuatan PPP harus kembali kita bangun dan perkuat. PPP adalah Partai Ka’bah yang berasaskan Islam, sehingga pesantren, masjid, tokoh agama, dan masyarakat akar rumput merupakan bagian penting yang harus terus dijaga kedekatannya,” tegasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






