benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) akan memberikan dampak besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan sektor pariwisata di Kalimantan Timur.
Menurutnya, Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata melihat IKN memiliki daya tarik yang sangat besar, bahkan sebelum pemerintahan pusat berpindah secara penuh ke ibu kota baru tersebut.
“Saya rasa sebelum IKN berfungsi secara penuh sudah banyak masyarakat yang ingin sekali berkunjung. Ini menjadi kesempatan untuk membuka kunjungan lebih awal sehingga UMKM juga bisa mulai menata diri, menentukan lokasi usaha dan mempersiapkan diri menyambut wisatawan,” ujarnya.
Rahayu mengatakan pembukaan akses kunjungan ke IKN sebelum seluruh fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif berpindah akan menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Menurutnya, keberadaan IKN akan menjadi magnet baru yang tidak hanya menguntungkan Kalimantan Timur, tetapi juga daerah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda.
“Ini tentu menjadi daya tarik bagi Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan dan Samarinda. Mudah-mudahan animo masyarakat bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara untuk melihat ibu kota negara yang baru dan futuristik,” katanya.
Ia juga mengaku terkesan setelah menjajal langsung Jalan Tol IKN yang dinilainya memiliki kualitas sangat baik. “Tadi kami sudah mencoba jalan tolnya, sangat lancar, mulus, dan luas sekali,” ucapnya.
Selain infrastruktur jalan, Rahayu juga menyoroti kesiapan infrastruktur dasar di kawasan IKN, termasuk sistem penyediaan air minum yang dinilai telah memenuhi standar tinggi.
“Yang menarik, tadi kami juga mendengar bahwa air keran di IKN sudah bisa langsung diminum karena melalui sistem penyaringan dari reservoir. Rasanya seperti di negara-negara Eropa. Ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan menunjukkan kesiapan IKN sebagai kota modern,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






