Kuli Bangunan hingga Mie Ayam Favorit Warga, Kisah Perjuangan Decky Setiawan

Penjual Mie Ayam bernama Decky Setiawan yang kerap berjualan di Jalan Cendana, Kota Samarinda.(FOTO: Aditya Setiawan)

Penulis: Aditya Setiawan

Di sebuah sudut Jalan Cendana, Samarinda, aroma kaldu hangat dan mie ayam yang baru disajikan kerap mengundang perhatian para pengendara yang melintas. Di balik gerobak sederhana itu, tersimpan kisah perjuangan seorang perantau asal Surakarta bernama Decky Setiawan.

Pria kelahiran Surakarta, 12 Maret 1985 tersebut tidak pernah membayangkan akan menghabiskan sebagian hidupnya sebagai pedagang mie ayam di Kota Tepian. Namun perjalanan hidup membawanya merantau ke Kalimantan Timur mengikuti sang istri yang sejak kecil telah akrab dengan Samarinda.
“Awal mula saya diajak istri merantau ke sini, Mas. Dari kecil istri saya memang bolak-balik Jawa–Samarinda, jadi dia betah dan krasan di Samarinda sejak dini,” kenang Decky.

Seperti banyak perantau lainnya, perjalanan hidup Decky di Samarinda tidak selalu mudah. Sebelum memiliki usaha sendiri, ia pernah menjalani berbagai profesi, mulai dari kuli bangunan, sales, admin hingga kepala gudang. Namun berbagai pekerjaan tersebut belum mampu memberikan kestabilan ekonomi bagi keluarganya.

Baca Juga :  BPJPH Buka Peluang Sertifikasi Halal Gratis, Pelaku UMK Berau Diminta Segera Mendaftar

“Berulang kali saya kerja di sini, ikut orang. Pernah jadi kuli bangunan, sales TO, admin, kepala gudang, tapi selalu saja nggak mencukupi buat kehidupan berumah tangga di sini,” ujarnya.

Situasi itulah yang kemudian mendorongnya mengambil keputusan besar untuk membuka usaha sendiri. Pilihannya jatuh pada mie ayam, kuliner sederhana yang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Dengan bekal pengalaman, keberanian, dan tekad untuk bertahan hidup, Decky mulai merintis usahanya dari nol. Meski hanya berbekal pendidikan terakhir SMA, ia terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik kepada para pelanggannya.

Di sela kesibukan berdagang, Decky tetap menyempatkan diri menikmati hobinya bermain gitar, mendengarkan musik, dan berenang sebagai cara melepas penat setelah seharian berjualan.

Selama menjalankan usaha, banyak pengalaman yang membekas di ingatannya. Salah satunya ketika bertemu pelanggan yang datang dengan uang pas-pasan namun tetap ingin menikmati semangkuk mie ayam.

Baca Juga :  BPJPH Buka Peluang Sertifikasi Halal Gratis, Pelaku UMK Berau Diminta Segera Mendaftar

“Pengalaman paling berkesan itu ketika ada pembeli yang datang cuma bawa uang pas-pasan, tapi tetap pengin makan. Saya kasih saja. Besoknya dia datang lagi, malah bawa temannya. Dari situ saya belajar, rezeki itu muter,” tuturnya.

Bagi Decky, berdagang bukan semata soal mencari keuntungan. Ia percaya kejujuran dan menjaga kualitas rasa menjadi kunci agar pelanggan terus datang kembali.

“Saya cuma pengin dagangan ini bisa jujur, rasanya konsisten, dan cukup buat menghidupi keluarga. Itu saja sudah lebih dari cukup buat saya,” katanya.

Kini, nama mie ayam milik Decky mulai dikenal para pencinta kuliner di Samarinda. Berjualan di Jalan Cendana, tepatnya di depan bengkel dan tidak jauh dari praktik dr. Aprillia Lailati, gerobak sederhana miliknya hampir setiap hari didatangi pelanggan tetap.

Baca Juga :  BPJPH Buka Peluang Sertifikasi Halal Gratis, Pelaku UMK Berau Diminta Segera Mendaftar

Yang membuat banyak pelanggan kembali bukan hanya karena porsi yang mengenyangkan, tetapi juga cita rasa khas yang tetap konsisten. Mie yang kenyal berpadu dengan potongan ayam berbumbu gurih, kuah kaldu yang hangat, serta racikan sederhana tanpa berlebihan membuat mie ayam Decky cocok di lidah berbagai kalangan. Tak hanya itu, harganya pun dibanderol sangat murah, mulai dari Rp 15 ribu-an.

Tak sedikit pelanggan yang sengaja datang kembali atau merekomendasikannya kepada teman dan keluarga. Dari mulut ke mulut, mie ayam tersebut perlahan menjadi salah satu pilihan kuliner favorit bagi warga sekitar Jalan Cendana.

Di balik setiap mangkuk yang tersaji, ada cerita tentang perjuangan seorang perantau yang tak menyerah pada keadaan. Dari seorang kuli bangunan hingga menjadi pedagang mie ayam yang dicintai pelanggan, Decky Setiawan membuktikan bahwa kerja keras dan ketulusan selalu memiliki jalan untuk menemukan hasilnya. (bn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha