82 Koperasi Merah Putih di Kaltim Beroperasi, DPPKUKM Genjot Kemitraan BUMN

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur terus mendorong percepatan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga Juli 2026, tercatat 82 koperasi telah aktif menjalankan usaha dari total 1.037 koperasi yang telah terbentuk di 105 kecamatan se-Kaltim.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi modern yang mampu menjadi pusat distribusi barang, perdagangan, hingga pelayanan di tingkat desa dan kelurahan.

“Program ini merupakan bagian dari pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern sebagai pusat distribusi, perdagangan, dan pelayanan masyarakat,” ujar Heni, Senin (3/8/2026).

Data DPPKUKM menunjukkan sebanyak 234 gerai koperasi telah selesai dibangun dan dinyatakan siap beroperasi. Dari jumlah tersebut, 82 gerai telah mulai menjalankan aktivitas usaha atau sekitar delapan persen dari total koperasi yang telah terbentuk.

Baca Juga :  Tarif Air Minum Berau Naik, Ini Kelompok Diberikan Subsidi

Jenis usaha yang dijalankan masih didominasi gerai sembako sebanyak 55 unit. Selain itu terdapat 25 koperasi yang mengembangkan usaha lain, sementara masing-masing satu koperasi bergerak di sektor apotek, klinik, dan layanan simpan pinjam.

Secara wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan gerai siap operasional terbanyak, yakni 79 unit. Disusul Kabupaten Paser 39 unit, Berau 26 unit, Kutai Timur 24 unit, Penajam Paser Utara 23 unit, Samarinda 19 unit, Kutai Barat 14 unit, Bontang enam unit, Balikpapan empat unit, sedangkan Mahakam Ulu belum memiliki gerai yang siap beroperasi.

Untuk memperkuat aktivitas usaha koperasi, DPPKUKM juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan usaha milik negara.

“Saat ini juga kita dorong bagaimana Koperasi Desa Merah Putih bisa melakukan kemitraan dengan stakeholder terkait. Misalnya dengan Bulog untuk mendistribusikan atau melayani masyarakat dalam pembelian beras SPHP maupun Minyakita,” jelas Heni.

Baca Juga :  Penyewa Berharap Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana Usai Alih Kelola

Selain Bulog, koperasi juga diarahkan menjalin kerja sama dengan Pertamina sebagai penyalur LPG 3 kilogram, serta PT Pupuk Indonesia dalam pendistribusian pupuk bagi petani anggota koperasi.

“Kemudian bekerja sama dengan Pertamina untuk mendistribusikan LPG tiga kilogram. Selanjutnya juga dengan PT Pupuk Indonesia untuk mendistribusikan pupuk kepada para petani anggota Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

Heni menambahkan, koperasi yang telah terbentuk diharapkan segera menyusun rencana bisnis berdasarkan potensi unggulan masing-masing wilayah. Dengan begitu, koperasi tidak hanya bergantung pada usaha perdagangan kebutuhan pokok, tetapi mampu mengembangkan sektor produktif lainnya.

“Kita harapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk ini bisa segera melakukan rapat, mendiskusikan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa dan kelurahannya untuk dikembangkan menjadi usaha-usaha produktif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat desa maupun kelurahan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tarif Air Minum Berau Naik, Ini Kelompok Diberikan Subsidi

Sepanjang Juli 2026, koperasi yang telah beroperasi tercatat memiliki 9.431 anggota dengan total aset mencapai Rp11,4 miliar. Nilai omzet usaha mencapai Rp7,31 miliar, sedangkan laba bersih yang dibukukan mencapai Rp322,47 juta.

Ke depan, DPPKUKM akan mengarahkan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke berbagai sektor strategis, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, logistik, cold storage, simpan pinjam, hingga jasa, agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Sekarang yang kami dorong bukan hanya membentuk koperasi, tetapi bagaimana koperasi itu benar-benar hidup, memiliki usaha yang produktif, bermitra dengan berbagai pihak, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. Itu yang menjadi fokus kami ke depan,” pungkas Heni. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha