benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau tengah melakukan gebrakan besar-besaran untuk merombak total ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya.
Tidak tanggung-tanggung, program ini menyasar jaminan keselamatan kerja hingga transformasi digital menyeluruh.
Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Diskoperindag Berau, Hasyimdian, mengungkapkan pemerintah daerah kini resmi berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan penuh bagi para pelaku usaha.
“Intinya adalah kita ingin meng-cover, melindungi pelaku UMKM maupun pekerja yang bekerja di lingkungan UMKM itu. Mereka terlindungi sejak keluar dari rumah, ke tempat usaha, sampai kembali ke rumah,” ujar Hasyimdian saat memberikan keterangan, Kamis (25/6/2026).
Hasyimdian menceritakan salah satu contoh kasus nyata di Berau di mana seorang pelaku UMKM yang telah sadar akan pentingnya jaminan sosial, mendaftarkan dirinya secara mandiri ke BPJS Ketenagakerjaan. Dalam perjalanannya, pelaku usaha tersebut meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.
“Alhamdulillah mereka (ahli waris) menerima santunan Rp 46 juta. Artinya, ini bisa menjadi contoh yang baik bahwa dengan kolaborasi pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan, kita mengedukasi pelaku UMKM betapa pentingnya manajemen risiko,” jelasnya.
Melalui program ini, seluruh risiko mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga Jaminan Pensiun dapat diantisipasi. Kabar baiknya, pemerintah juga menyediakan skema diskon khusus bagi pelaku UMKM mandiri yang ingin mendaftarkan diri.
Selain proteksi keselamatan, Diskoperindag Berau juga tancap gas dalam program UMKM Go Digital. Targetnya tidak main-main, sebanyak 25.000 UMKM di Kabupaten Berau akan didorong untuk melek teknologi secara total.
Dalam waktu dekat, ada tiga aplikasi utama yang diperkenalkan kepada ekosistem UMKM Berau, yaitu Bricip, Bersantap dan Pedagang. Hasyimdian menegaskan, konsep Go Digital ini bukan sekadar menggunakan QRIS atau media sosial saja. Melainkan digitalisasi menyeluruh dalam satu platform terintegrasi.
“Mulai dari tahapan membuat master product, pemasaran (marketing), transaksi, sampai laporan keuangannya, itu sudah dalam satu platform yang disepakati bersama. Kita ingin membuat keseragaman UMKM di Berau itu punya sistem Go Digital yang sudah diterapkan di Jakarta,” tambahnya.
Guna memuluskan langkah besar ini, Diskoperindag Berau juga mengombinasikan program mereka dengan jaringan PT Pos Indonesia. Melalui kemitraan ini, para pelaku UMKM akan mendapatkan akses ke berbagai fitur transaksi modern seperti ShopeePay, payment point, dan layanan keuangan lainnya.
Melalui integrasi dua program besar ini, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan transformasi digital, Kabupaten Berau bersiap menjadi salah satu daerah percontohan yang sukses memajukan sekaligus mengamankan keberlanjutan bisnis pelaku usaha lokal.
“Kita ingin menjembatani supaya UMKM Berau itu selain maju secara bisnis, tapi juga sadar bagaimana manajemen risiko itu penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis,” tutup Hasyimdian. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






