benuakaltim.co.id, BERAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk sepuluh hari ke depan. Sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi makin kering akibat minimnya potensi curah hujan hingga pertengahan Agustus 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Kalimarau, Ade Heryadi, mengungkapkan berdasarkan pemantauan data terbaru, periode Hari Tanpa Hujan (HTH) di Kaltim kini sudah memasuki kategori Sangat Pendek (1–5 hari) hingga Menengah (11–20 hari).
“Dari pembaruan data per 10 Agustus 2026, hampir seluruh wilayah Kaltim mengalami hari tanpa hujan. Durasi terpanjang tercatat di Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kecamatan Long Iram, serta Kabupaten Paser di Kecamatan Batu Engau. Kedua wilayah tersebut sudah tidak diguyur hujan selama 18 hari berturut-turut,” kata Ade Heryadi saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Memasuki Dasarian II Agustus 2026 (periode 11–20 Agustus), BMKG memproyeksikan kondisi cuaca di Kaltim akan cenderung semakin minim hujan. Berdasarkan analisis peta prediksi peluang dan deterministik curah hujan per 7 Agustus 2026, peluang terjadinya hujan intensitas rendah di Kaltim melambung sangat tinggi.
“Secara umum, peluang curah hujan kategori Rendah (0–50 mm) di Kalimantan Timur diprediksi mencapai lebih dari 90 persen. Ini berarti potensi hujan lebat dalam 10 hari ke depan sangat kecil,” jelas Ade.
Tak hanya itu, sifat hujan di seluruh wilayah Kaltim pada pertengahan Agustus ini dipastikan berada pada kategori Bawah Normal, yaitu berada di kisaran 0 hingga 30 persen dari rata-rata klimatologisnya.
Masyarakat dan pihak pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak penurunan intensitas hujan ini, terutama terkait ketersediaan air bersih, sektor pertanian, serta potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah-wilayah rawan.(*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






