benuakaltim.co.id, BERAU – Sektor pariwisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus digenjot menjadi lebih baik. Seluruh kawasan yang masuk dalam daftar situs warisan geologi (geosite) di wilayah ini kini telah bertransformasi total menjadi destinasi wisata unggulan yang ramah kantong sekaligus menguntungkan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengungkapkan bahwa perkembangan geosite di Berau saat ini sudah jauh lebih maju.
Hal ini terlihat dari pengelolaan yang mandiri dan sistematis oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), serta pemerintah kampung setempat.
“Kami ingin pihak pengelola, baik itu Pokdarwis, BUMK, maupun pemerintah kampung, bisa menyajikan data yang transparan saat presentasi di lapangan. Mulai dari jumlah kunjungan wisatawan hingga besaran retribusi yang berhasil masuk,” ujar Yudha saat memberikan keterangan Sabtu (4/7/2026).
Menurut Yudha, transparansi perputaran uang dan jumlah turis ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Tak hanya fokus pada pundi-pundi rupiah dari sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Berau juga menaruh perhatian serius pada keberlanjutan lingkungan.
Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Pemerintah Kampung Pemapak.
Demi menjaga kelestarian kawasan dan masa depan geosite, pemerintah kampung setempat telah mengambil langkah berani dengan mengamankan lahan seluas belasan hektare.
“Seperti di Pemapak, pemerintah kampung setempat sudah mencadangkan areal yang diamankan seluas kurang lebih 10 hektare. Area ini bahkan sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kampung sebagai bentuk pengamanan,” kata Yudha menjelaskan.
Langkah preventif ini sengaja diambil agar keaslian alam dan struktur geologi yang ada di situs tersebut tidak rusak oleh tangan-tangan jahat, sekaligus menjadi warisan yang tetap utuh untuk generasi masa depan.
“Ini adalah bagian dari komitmen pelestarian kita untuk menjaga geosite tersebut di masa yang akan datang. Saya pikir hal positif seperti ini sangat perlu untuk diekspos lebih luas,” pungksanya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






