benuakaltim.co.id, BERAU – Perhelatan akbar musik jazz di pulau eksotis Berau, Maratua Jazz, kembali dipastikan akan mengguncang sektor pariwisata Kalimantan Timur.
Meski demikian, ada pemandangan yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, mengungkapkan pergelaran Maratua Jazz kali ini tidak diinisiasi langsung oleh instansi pemerintah daerah. Event tersebut murni dipegang langsung oleh sang owner selaku pemegang hak paten yang bekerja sama dengan pihak sponsor.
“Maratua Jazz itu kan sekarang yang untuk tahun ini yang melaksanakan bukan Disbudpar, tapi sepertinya itu owner-nya langsung yang memang memiliki haknya kan, paten, terus dia mencari sponsor, bekerja sama dengan pihak-pihak sponsor,” kata Yudha saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).
Kendati bukan pihak pemerintah yang menjadi motor penggerak utama, Disbudpar Berau memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan acara tersebut. Kolaborasi lintas sektor juga terus dibangun, termasuk dengan pihak Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia.
Koordinasi bersama KRI Tawau dinilai strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari negeri tetangga.
“Ya, KRI katanya kan mereka juga ada komunikasi, ya bagus saja. Mungkin untuk menggaet wisatawan yang dari Malaysia, Kinabalu itu,” ujarnya.
Terkait tanggal pasti pelaksanaan, Yudha menyebutkan acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Namun, kepastian tanggal rinci masih menunggu keputusan dari pihak penyelenggara yang memegang kendali jadwal.
Begitu pula dengan deretan artis atau musisi yang akan memeriahkan panggung Maratua Jazz, Yudha menyatakan hal tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen owner Maratua Jazz Deep Forest (MJDF).
Pihaknya mengaku belum mendapat bocoran final mengenai siapa saja musisi nasional maupun lokal yang akan diboyong ke pulau terluar tersebut.
“EO-nya kan langsung ditangani oleh owner MJDF itu sendiri. Jadi kita belum tahu juga anunya, artisnya bakalan siapa, belum ada dikomunikasikan secara langsung,” tambahnya.
Meski demikian, komunikasi intensif telah mulai dibangun melalui zoom meeting yang melibatkan dinas terkait serta pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna mematangkan persiapan event pariwisata berkelas internasional ini. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






