TNI Dorong Ketahanan Pangan Kaltim, 5.000 Hektare Sawah Disiapkan

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul saat diwawancarai awak media. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur terus didorong TNI bersama pemerintah daerah. Tak hanya pertanian, pengembangan peternakan dan perikanan juga disiapkan agar produksi pangan berjalan dari hulu hingga hilir.

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan, penguatan sektor pangan akan dilakukan melalui pembentukan kompi produksi di setiap Komando Distrik Militer (Kodim).

Kompi tersebut nantinya menjadi wadah pengembangan kluster pertanian, peternakan hingga perikanan dengan melibatkan masyarakat yang selama ini telah bergerak di bidang tersebut.

“sekarang ini sudah keluar perintah dari Panglima TNI untuk mengaktifkan kompi produksi. Jadi, di setiap Kodim itu ada kompi produksi,” kata Anggara usai upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Makorem 091/ASN, Senin (5/10/2026).

Baca Juga :  Mobilitas Penumpang Kaltim Menurun, Penerbangan Domestik Turun 14,88 Persen

Menurut Anggara, konsep kompi produksi tidak sekadar mengejar peningkatan produksi. Program tersebut juga diarahkan agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan setelah mendapat dukungan pemerintah.

Ia menilai bantuan yang diberikan harus mampu menghasilkan kegiatan produktif dan berkelanjutan, bukan berhenti setelah bantuan disalurkan.

“Bantuan-bantuan pemerintah itu tidak hanya begitu dibantu lalu hilang. Ini bisa terus berkelanjutan, sehingga pemerintah sekali bantu dan diharapkan bisa panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Preservasi Jalan dan Jembatan Mualang-Usiran-Tanjung Batu Terus Berjalan

Salah satu fokus utama berada di sektor pertanian. TNI bersama pemerintah daerah tengah menyiapkan program cetak sawah dengan luasan mencapai 5.000 hektare di Kaltim.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pengerjaan cetak sawah yang sebelumnya telah dilakukan.

Anggara menyebut pada 2025, sekitar 1.200 hektare lahan telah dikerjakan melalui program cetak sawah.

“Kemarin kami sudah diajak rapat untuk mencetak sawah 5.000 hektare di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Menurutnya, perluasan lahan pertanian menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan daerah.

Tidak hanya meningkatkan produksi, keberadaan lahan pangan yang memadai dinilai dapat menjadi penyangga ketika pasokan bahan pangan dari luar daerah mengalami gangguan.

Baca Juga :  Mobilitas Penumpang Kaltim Menurun, Penerbangan Domestik Turun 14,88 Persen

“Sehingga ketika ada mata rantai dari luar yang terputus, pulau itu bisa mandiri, paling tidak dalam konteks pangan,” pungkas Anggara.

Selain cetak sawah, TNI melalui kompi produksi juga akan mendorong pengembangan peternakan dan perikanan. Pelibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar kluster produksi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, penguatan ketahanan pangan di Kaltim tidak hanya bertumpu pada perluasan lahan, tetapi juga membangun ekosistem produksi yang melibatkan masyarakat hingga ke sektor hilir. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha