benuakaltim.co.id, BERAU – Kawasan wisata pesisir Biduk-Biduk yang terkenal dengan pemandangan pohon kelapa ikoniknya bakal mengalami perubahan besar.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perkebunan memastikan akan melakukan peremajaan (replanting) terhadap ratusan hektar tanaman kelapa yang dinilai sudah tidak produktif.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil menyusul kondisi pohon kelapa di wilayah tersebut yang mayoritas sudah terlalu tua dan menjulang tinggi.
Meski selama ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berswafoto, pohon-pohon tersebut justru menyulitkan para petani saat masa panen tiba.
“Kelapa di Biduk-Biduk itu memang ikon wisata, tapi sudah waktunya diremajakan. Kondisinya sudah terlalu tinggi, jadi sangat sulit untuk dipanen. Sudah tidak maksimal lagi untuk produksi,” ujar Lita Handini dalam keterangannya Sabtu (7/3/2026).
Lita menjelaskan bahwa rencana peremajaan ini merupakan respon cepat pemerintah atas usulan masyarakat dan anggota dewan melalui pokok pikiran (Pokir).
Kabar baiknya, kata dia Kementerian Pertanian telah memberikan lampu hijau dengan mengalokasikan bantuan bibit unggul untuk lahan seluas 200 hektar.
Adapun menurutnya wilayah yang menjadi sasaran utama mencakup pesisir selatan Berau, mulai dari Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk.
“Tahun ini kita dapat jatah 200 hektar dari Menteri sesuai permintaan Ibu Bupati. Ini akan kita distribusikan ke daerah pesisir,” tambahnya.
Tak tanggung-tanggung, kata dia bibit yang akan didatangkan adalah jenis Genjah Entok dan Genjah Biduk.
“Jenis ini dipilih karena masa tunggu panen yang lebih singkat dan pohon yang tidak terlalu tinggi, sehingga memudahkan perawatan dan pemanenan di masa depan,” bebernya
Terkait waktu pelaksanaan, Lita menyebutkan bahwa sosialisasi dan penjaringan petani akan dimulai setelah bulan Maret atau pasca hari raya Idul Fitri.
Hal ini dikarenakan pihak kementerian masih menyelesaikan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran sebelumnya.
“Setelah Maret baru ada jawaban pasti soal realisasinya, apakah di anggaran murni atau pergeseran. Yang jelas, siapapun petani yang memenuhi syarat, baik untuk komoditas kakao maupun kelapa, akan kami akomodir,” tegas Lita.
Program ini diharapkannya mampu mengembalikan kejayaan produksi kelapa di pesisir Berau tanpa menghilangkan nilai estetika wisatanya.
“Dengan asumsi satu hektar lahan dapat ditanami sekitar 160 pohon, maka akan ada puluhan ribu bibit baru yang akan menghijaukan kembali pesisir Biduk-Biduk,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






