Disdamkarmat Berau Evakuasi Monyet Bekantan Masuk Rumah Warga

PROSES EVAKUASI: Seekor primata endemik Kalimantan, Bekantan (Nasalis larvatus), membuat geger warga di Jalan H. Isa 2, Kelurahan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (DOK: HUMAS DISDAMKARMAT BERAU)

benuakaltim.co.id, BERAU– Seekor primata endemik Kalimantan, Bekantan (Nasalis larvatus), membuat geger warga di Jalan H. Isa 2, Kelurahan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Hewan pemalu tersebut dilaporkan masuk ke dalam salah satu rumah warga pada Ahad (19/4/2026) sore.

Menerima laporan darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengonfirmasi laporan diterima dari seorang warga bernama M. Rizki sekitar pukul 15.45 WITA. Tim Regu 4 yang berjumlah enam personil dikerahkan untuk memastikan hewan tersebut tidak terluka maupun melukai warga.

Baca Juga :  Sindir Pejabat Bak 'Ikan di Akuarium', Bupati Berau Tekankan Sinergi dan Pengawasan Publik

“Benar, kami menerima laporan evakuasi non-kebakaran terkait adanya Bekantan yang terjebak di dalam rumah warga. Tim langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sepuluh menit setelah laporan masuk,” ujar Rakhmadi saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2025).

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis namun tetap mengedepankan keamanan satwa. Dengan peralatan lengkap, petugas berupaya menangkap primata herbivora tersebut yang tampak kebingungan di dalam ruangan.

Baca Juga :  Bahaya Tak Balik Nama Kendaraan, Berpotensi Picu Masalah Hukum di Era ETLE

Hanya dalam waktu singkat, tim berhasil mengamankan Bekantan tersebut tanpa cedera. Hewan berhidung panjang itu kemudian dibawa ke Mako Damkar Berau untuk penanganan sementara.

Rakhmadi menambahkan, pihaknya tidak akan melepasliarkan hewan tersebut secara sembarangan mengingat status Bekantan sebagai satwa yang dilindungi.

“Saat ini satwa sudah berada di Mako. Kami telah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses penyerahan dan pemeriksaan kesehatan sebelum nantinya dikembalikan ke habitat aslinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Wabup Berau Gandeng Telkom, Dorong Penguatan Jaringan Telekomunikasi Dukung Pariwisata

Pihak Damkar juga menghimbau warga agar tetap tenang dan segera melapor jika menemukan satwa liar yang masuk ke pemukiman, guna menghindari konflik antara manusia dan hewan yang dapat membahayakan kedua belah pihak. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *