Kemarau Panjang Picu Intrusi Air Laut, Kadar Keasinan IPA Gurimbang Capai 1.700 PPM

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memicu fenomena intrusi air laut ke intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang milik Perumda Air Minum Batiwakkal.

Kondisi tersebut sempat membuat kadar keasinan air melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.700 parts per million (PPM), jauh di atas ambang batas aman.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengungkapkan penyusupan air asin ini terjadi akibat minimnya curah hujan di kawasan hulu selama beberapa hari terakhir.

“Ini memang karena sudah beberapa hari tidak turun hujan di tempat kita, sehingga intrusi air laut cukup jauh masuk ke dalam sampai ke intake kita di Gurimbang,” ujar Saipul Rahman, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga :  Berlibur ke Maratua, Lansia Asal Jakarta Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan Kelapa

Ia menambahkan, tingkat keasinan air sempat berada pada titik terparah sebelum akhirnya petugas bertindak cepat melakukan penanganan. “Paling parahnya itu bisa sampai 1.700 PPM,” sebutnya.

Guna menjaga kualitas air bersih yang diterima masyarakat sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, Perumda Batiwakkal langsung menerapkan sistem pengawasan ketat setiap satu jam sekali.

Jika kadar keasinan melebihi 300 PPM, operasional intake akan dihentikan sementara. Hal ini membuat durasi operasional IPA Gurimbang sempat dipangkas dari 24 jam menjadi 12 jam saja per hari.

Baca Juga :  Polisi Terus Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Dalam Dugaan Pembakaran Lahan di Berau

Namun, Saipul memastikan situasi kini sudah jauh lebih terkendali. “Alhamdulillah dalam 24 jam terakhir ini kita sudah operasionalkan 24 jam lagi. Tadinya kan cuma 12 jam karena adanya intrusi air laut,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan pasokan air dari Gurimbang, Perumda Batiwakkal menjalankan strategi interkoneksi jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan memanfaatkan pasokan dari Sambaliung.

Petugas di lapangan terus mengatur buka-tutup katup agar distribusi air antarwilayah saling mengisi.

Meski sebagian besar warga Sambaliung dan Gurimbang telah mengantisipasi penyesuaian jadwal ini menggunakan penampungan air (tandon) rumah tangga, Saipul tetap meminta seluruh pelanggan untuk bijak mengonsumsi air bersih.

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah di Kampung Birang Terus Dikebut, Tiga Ruang Kelas Telah Rampung

“Kami mohon pelanggan secara keseluruhan bisa menggunakan air secara efisien. Tidak berlebihan. Kegiatan yang bisa ditunda seperti mencuci mobil atau menyiram jalanan sebaiknya ditahan dulu, lebih baik siram badan kita saja untuk bersihkan diri,” canda Saipul sambil mengimbau warga.

Perumda Batiwakkal terus berharap hujan segera turun di wilayah hulu Sungai Berau agar dorongan air tawar dapat menyapu intrusi air laut dan menjaga ketersediaan air baku tetap aman. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha