benuakaltim.co.id, BERAU – PT Pertamina (Persero) akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait kelangkaan dan keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat memicu gelombang keluhan masyarakat
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus, mengakui adanya kendala teknis dan operasional yang membuat distribusi BBM jenis Pertalite hingga Pertamax mengalami pergeseran jadwal yang cukup signifikan.
“Kami memahami, kami salah sebelum ini. Kami mohon maaf kepada teman-teman masyarakat dan Forkopimda atas keterlambatan ini,” ujar Hermawan saat memberikan keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Hermawan membeberkan sejumlah faktor utama yang menjadi biang kerok terhambatnya pasokan energi tersebut ke daerah, di antaranya Penumpukan kargo tidak hanya terjadi di Fuel Terminal Jobber,
“Tetapi juga meluas ke terminal BBM lain seperti Samarinda dan Tarakan. Kondisi ini membuat jadwal distribusi yang semula direncanakan pada tanggal 27 bergeser hingga tanggal 31 lalu,” bebernya.
Lebih lanjut, kata dia, Pertamina enggan memaksakan kapal tanker untuk sandar di dermaga (jetty) demi alasan keselamatan (safety).
“Sedimentasi yang dangkal berisiko tinggi membuat pipa penyalur tidak tersambung sempurna jika dipaksakan,” imbuhnya.
Selain itu menurutnya, banyaknya kapal batu bara (coal carriers) dengan draft air tinggi di alur pelayaran kerap menghambat pergerakan kapal tanker BBM, sehingga harus mengantre panjang.
“Kemudian kondisi pasang surut sempat menahan kapal untuk sandar pada malam hari. Kapal baru bisa melakukan proses sandar secara aman pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA,” tegasnya.
Guna mengurai antrean panjang di SPBU, Pertamina mulai mempercepat proses bongkar muat (discharge) BBM dari kapal tanker ke tangki pendam, lalu langsung dialirkan ke armada mobil tangki.
“Estimasi 1,5 hingga 2 jam dari sekarang sudah mulai distribusi, khususnya Pertalite yang kita utamakan agar antrean di masyarakat bisa segera terurai. Baru setelah itu dilanjutkan untuk Pertamax,” jelas Hermawan.
Ia menjelaskan pertamina juga memastikan operasional pengiriman mobil tangki akan dimaksimalkan hingga malam hari selama tiga sampai empat hari ke depan.Tak hanya itu, kuantitas BBM yang belum tersalurkan pada periode sebelumnya (carry over) dipastikan akan diakumulasikan dan disalurkan 100 persen sesuai kuota masing-masing SPBU.
“Kami mohon doa dan izin waktu untuk bekerja. Sisa kuota kemarin yang belum terdistribusi akan kami penuhi penuh dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






