Pasien ISPA di Puskesmas Kampung Bugis Capai 31 Orang Dalam Sehari

Plt Kepala UPTD Puskesmas Kampung Bugis, Datik Yuli Darwati. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh kabut asap dilaporkan mengalami lonjakan di wilayah Kampung Bugis. Pada puncak kualitas udara terburuk akhir Agustus lalu, UPTD Puskesmas Kampung Bugis mencatat angka kunjungan pasien ISPA mencapai puluhan orang hanya dalam kurun waktu satu hari.

Plt Kepala UPTD Puskesmas Kampung Bugis, Datik Yuli Darwati, mengungkapkan penurunan kualitas udara yang terjadi sangat berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal ini terlihat jelas dari tren kenaikan kunjungan pasien ke puskesmas.

“ISPA menjadi kasus yang paling tinggi dilaporkan. Saat kualitas udara memburuk pada 31 Agustus lalu, kami mencatat ada 31 pasien yang datang dalam sehari,” ujar Datik saat ditemui wartawan Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah di Kampung Birang Terus Dikebut, Tiga Ruang Kelas Telah Rampung

Datik menjelaskan pihak puskesmas rutin melakukan pemantauan kualitas udara di area sekitar secara mandiri untuk memberikan imbauan berkala kepada masyarakat. Berdasarkan pengukuran harian, konsentrasi partikel udara sempat menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

“Hari ini saja pengukuran di puskesmas menunjukkan PM 2.5 berada di angka 83, sementara PM 10 mencapai 178,” jelasnya.

Meski kunjungan pasien ISPA melonjak, Datik memastikan stok kelengkapan medis seperti obat-obatan dan tabung oksigen di Puskesmas Kampung Bugis masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Puskesmas mengelola sendiri pengadaan oksigen tanpa harus menunggu pasokan dari Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Berlibur ke Maratua, Lansia Asal Jakarta Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan Kelapa

“Untuk stok ketersediaan oksigen dan obat-obatan aman. Kami mengelola dana pengadaan oksigen sendiri dari puskesmas. Biasanya pasien sesak yang datang ke sini mayoritas karena riwayat asma yang kumat, jadi penanganan lebih banyak menggunakan nebulizer (ventolin) dibandingkan oksigen tabung murni,” paparnya.

Selain kasus ISPA, puskesmas juga menerima laporan penyakit lain yang diduga berkaitan dengan kabut asap, seperti penyakit mata. Namun, jumlahnya relatif kecil.

Baca Juga :  Sempat Mangkrak dan Disentil Bupati, Disbudpar Fungsikan Lagi Pos Jaga Wisata Berau

“Selama masa kabut asap ini, untuk kasus penyakit mata hanya ada dua pasien yang tercatat, yaitu satu di bulan Agustus dan satu lagi di bulan September. Keluhan utama warga yang terbanyak sejauh ini tetap batuk dan pilek akibat ISPA,” kata Datik.

Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau tetap menggunakan masker guna meminimalkan risiko paparan paparan polusi asap yang masih berlangsung. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha