Skema Manutung Jukut Disusun, Dinas Perikanan Berau Siapkan 4 Ton Ikan Segar

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Budiono. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan tengah bersiap menggelar Manutung Jukut yang diprediksi akan menyedot perhatian ribuan warga.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 4 ton ikan segar disiapkan secara cuma-cuma alias gratis untuk mensukseskan agenda tahunan tersebut.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Budiono, mengungkapkan pasokan ikan yang disiapkan kali ini sangat beragam. Mulai dari hasil tangkap laut hingga komoditas budidaya air tawar.

“Jenis ikannya beragam, dari ikan pelagis kemudian ikan demersal. Jadi seperti tongkol, tuna, artinya ikan-ikan ekonomis yang kelas satu-lah,” ujar Budiono Senin (18/5/2026).

Tidak hanya ikan laut, Dinas Perikanan juga merangkul para pembudidaya lokal untuk menyuplai ikan air tawar guna memastikan variasi pilihan bagi masyarakat.

“Terus itu ada juga ikan dari pembudidaya, seperti ikan nila, lele, mas, dan patin. Harapannya semua jenis ikan, baik itu tawar, payau seperti bandeng, maupun laut, bisa mendukung program kegiatan ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Kelangkaan Solar Nelayan di Berau Picu Dugaan Kebocoran Kuota Subsidi

Tingginya antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun membuat pihak panitia memproyeksikan jumlah partisipan yang masif. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, tercatat ada lebih dari 240 stan atau tenda yang ikut berpartisipasi.

Budiono menjelaskan, para peserta ini berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari sekolah-sekolah, paguyuban, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta, hingga mitra pembangunan. Rencananya, deretan stan pembakaran ikan ini akan memadati sepanjang jalan protokol di Berau.

“Sepanjang Ahmad Yani, kemudian Tandean, lalu Pulau Derawan, hingga Semama,” papar Budiono merincikan rute lokasi acara.

Ia menegaskan akan terus memantau pergerakan animo peserta, jika kuota dinilai masih kurang, pemerintah siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan sektor swasta.

Baca Juga :  Tingginya Biaya Operasional dan Keterbatasan Teknologi Jadi Alasan Nelayan Berau Tak Beralih ke Sistem Budidaya Perikanan

“Ketika ini nanti kita lihat antusiasnya, kalau misalnya kurang, nanti kita bermitra dengan teman-teman swasta. Misalnya Broko yang selama ini mendukung kegiatan ini,” tuturnya.

Demi memastikan ketersediaan ikan berkualitas prima, Dinas Perikanan Kabupaten Berau telah mengucurkan anggaran khusus yang bersumber dari APBD. “Kalau proyeksi anggaran, kita sekitar Rp 200 juta untuk pengadaan ikannya sendiri,” sebut Budiono.

Selain kesiapan komoditas ikan, fasilitas penunjang seperti alat bakar ikan atau tungku juga menjadi fokus utama.

Belajar dari kendala teknis tahun lalu, Dinas Perikanan tahun ini melakukan penambahan unit tungku baru untuk meminimalisir antrean dan mengoptimalkan jalannya acara.

“Sebenarnya (tungku) sudah ada yang tahun lalu, penambahan untuk tahun ini hanya sekitar 5 tungku saja. Total kita hampir punya 40-an tungku, tapi kan tidak semua bisa digunakan karena ada yang jebol. Jadi yang siap mendukung sekitar 30-an yang kondisinya masih baik,” katanya lagi.

Baca Juga :  Speedboat Pecah Dihantam Ombak di Perairan Sangalaki, 12 Penumpang Selamat

Menanggapi adanya dinamika dan riak keluhan dari masyarakat pada gelaran tahun-tahun sebelumnya, seperti warga yang mengeluh tidak kebagian ikan hingga kebingungan terkait mekanisme pembakaran yang harus dilakukan mandiri, Budiono memastikan pihaknya akan melakukan langkah antisipasi yang lebih matang.

“Dinas Perikanan berkomitmen untuk memperbaiki manajemen pembagian zonasi stan serta distribusi ikan agar lebih merata,” bebernya.

Sebab menurutnya evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar penyelenggaraan tahun ini dapat berjalan lebih tertib, adil, dan memberikan kegembiraan yang merata bagi seluruh warga Berau yang hadir.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha