benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 terus mempercepat pengerjaan konstruksi dan pengaspalan ruas jalan nasional Bontang–Sangatta. Percepatan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sebelum puncak musim penghujan, sekaligus meningkatkan kelancaran jalur logistik utama di pesisir timur Kalimantan Timur.
Ruas Bontang–Sangatta selama ini menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat menuju Kabupaten Kutai Timur. Kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan juga kerap dikeluhkan pengguna jalan karena meningkatkan risiko kecelakaan serta menghambat arus logistik.
PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan tanpa mengabaikan aspek kualitas konstruksi. Seluruh tahapan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Percepatan pekerjaan kami lakukan agar ruas Bontang–Sangatta dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama sebelum memasuki puncak musim hujan. Namun, kualitas tetap menjadi prioritas. Setiap pekerjaan, termasuk material aspal yang digunakan, harus memenuhi standar teknis dan melalui pengujian sesuai ketentuan,” ujar Khanif.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Timur menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan jalan. Struktur tanah yang didominasi lempung ekspansif membuat badan jalan lebih rentan mengalami pergeseran maupun penurunan ketika intensitas hujan tinggi. Karena itu, proses konstruksi dilakukan dengan pengawasan ketat agar perkerasan jalan mampu menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Selama pekerjaan berlangsung, sistem buka tutup jalan diterapkan di sejumlah titik untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus pengguna jalan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
BBPJN Kaltim mengimbau pengendara, khususnya kendaraan angkutan barang bermuatan besar, agar mengatur waktu perjalanan pada malam hari guna mengurangi kepadatan lalu lintas di siang hari.
Pengguna jalan juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan, terutama pengendara sepeda motor, mengingat masih terdapat sejumlah titik yang sedang dalam proses pengerjaan.
Di sisi lain, masyarakat menyambut positif percepatan peningkatan ruas jalan tersebut. Warga berharap kondisi jalan yang lebih baik nantinya dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Bontang dan Kutai Timur.
Meski demikian, warga juga meminta pemerintah tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan agar jalan memiliki daya tahan yang optimal dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Menanggapi hal itu, Khanif menegaskan BBPJN Kaltim tetap mengedepankan pengawasan mutu selama pelaksanaan proyek. Menurutnya, setiap material aspal yang dihamparkan akan melalui pengujian laboratorium untuk memastikan kualitasnya sesuai spesifikasi.
“Kami memahami harapan masyarakat agar jalan ini awet dan nyaman digunakan. Oleh karena itu, pengawasan mutu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari material hingga proses pelaksanaan di lapangan. Target penyelesaian memang kami percepat, tetapi tidak mengurangi standar kualitas yang telah ditetapkan,” tegasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






