benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang operasional Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai menerima peserta didik pada Juli 2026.
Pada tahun ini, Kalimantan Timur mendapatkan kuota sebanyak 210 siswa yang terdiri atas 60 siswa tingkat SD, 60 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Jumlah tersebut berbeda dibanding tahap awal pelaksanaan program yang sebelumnya menampung 275 siswa.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, menjelaskan proses penerimaan siswa tidak dilakukan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melainkan mengacu pada Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN).
Menurutnya, sasaran utama program ini adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Apabila anak dan orang tua bersedia mengikuti program, mereka hanya perlu menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk persetujuan,” ujar Rasyidi, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai peserta, calon siswa akan melalui tahapan verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan petugas untuk memastikan kesesuaian data dan kondisi keluarga penerima manfaat.
Selain persiapan peserta didik, pemerintah juga tengah melakukan rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Proses seleksi guru dilakukan oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah bertugas menyosialisasikan informasi kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
“Untuk kebutuhan tenaga pendidik saat ini masih cukup besar, seiring bertambahnya jumlah rombongan belajar dan kesiapan operasional sekolah,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan kompleks Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Stadion Palaran, Samarinda, terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, tingkat penyelesaian pembangunan telah mencapai sekitar 82 persen.
Rasyidi menyebut kawasan tersebut nantinya tidak hanya digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dilengkapi fasilitas asrama bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Di kawasan itu kini dibangun sekitar 24 bangunan yang mencakup ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama, dapur, ruang makan, tempat ibadah, aula, serta fasilitas olahraga,” jelasnya.
Seluruh pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat tersebut dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari program peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






