Pemprov Kaltim Bersama Warga Salat Minta Hujan

Suasana salat Istisqa di masjid Pemprov Kaltim sebagai ikhtiar terkait kemarau berkepanjangan. (FOTO: Aditya

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Menghadapi kondisi kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama ASN, kepala perangkat daerah dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di Masjid Nurul Mu’minin, Jalan Gunung Arjuna, Kelurahan Jawa, Samarinda, Jumat (21/8/2026).

Salat Istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang cukup dan merata. Doa tersebut juga diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat, lahan pertanian serta lingkungan di Kaltim.

Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Puguh Harjanto, mengatakan dampak kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, terutama dengan berkurangnya ketersediaan air dan kondisi lahan yang semakin kering.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi kita bersama. Sebagai pemerintah, kami terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani dampak yang ditimbulkan,” ujar Puguh.

Baca Juga :  Kaltim Mulai Siapkan Ekonomi Pasca Tambang, Pemprov Dorong Dunia Usaha Bertransformasi

Ia menyebut penanganan dampak kemarau tidak hanya membutuhkan langkah pemerintah secara teknis, tetapi juga ikhtiar spiritual. Masyarakat diajak melakukan muhasabah, memperbanyak doa serta memohon ampun dan pertolongan kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berkumpul untuk menundukkan hati, bermuhasabah, memohon ampun atas segala kekhilafan dan memohon pertolongan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Puguh berharap hujan segera turun dengan kondisi yang cukup dan merata sehingga dapat membantu masyarakat yang mulai menghadapi keterbatasan air.

“Kita memohon agar Allah SWT mengabulkan permohonan kita dan segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Mahakam Ulu

Menurutnya, turunnya hujan juga sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kelembapan tanah, menjaga tanaman, membantu aktivitas pertanian dan mengisi kembali sumber-sumber air yang mulai berkurang.

“Kita sangat berharap ketika Allah SWT menurunkan hujan, bukan hanya masyarakat yang mengalami kesulitan air yang terbantu, tetapi juga menjadi berkah bagi tanah-tanah yang kering, mengisi kembali sumber-sumber air, memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu para petani dan menjaga tanaman,” jelasnya.

Namun, ia berharap hujan yang nantinya turun tetap dalam kondisi yang membawa manfaat dan tidak menimbulkan bencana baru.

“Semoga hujan yang kita nantikan menjadi hujan yang bermanfaat, tidak menyebabkan banjir, tetapi menjadi hujan yang membawa rahmat bagi kita semua,” harap Puguh. Di tengah kondisi kemarau, masyarakat juga diminta tidak hanya mengandalkan doa.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Mahakam Ulu

Penghematan air, menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan air menjadi bagian dari ikhtiar yang perlu dilakukan bersama.

“Semoga Allah SWT mengangkat kesulitan yang kita alami, memberikan kecukupan air, menjaga Kalimantan Timur dari kekeringan dan kebakaran, serta menjaga keselamatan, kesehatan dan keberdayaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Salat Istisqa tersebut dipimpin Ustaz H. Sutanil Fadhlan Ma’ruf yang sekaligus menyampaikan tausiah dan doa. Kegiatan diikuti masyarakat, ASN di lingkungan Pemprov Kaltim serta kepala perangkat daerah.

Pelaksanaan Salat Istisqa ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Kaltim di tengah kemarau, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghemat sumber daya air. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha