benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melepas distribusi cadangan pangan dan operasi pasar bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dari halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Bantuan tersebut menjadi langkah Pemprov Kaltim dalam merespons kondisi masyarakat Mahulu yang terdampak kemarau panjang dan menyusutnya debit Sungai Mahakam.
“Mahakam Ulu mungkin jauh di peta, tetapi dekat dalam perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Rudy.
Ia mengatakan, kondisi Sungai Mahakam yang semakin surut berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang dan jasa sekaligus membatasi mobilitas masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembukaan akses darat sebagai jalur alternatif agar pasokan kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman tidak terus terganggu.
Adapun bantuan yang diberangkatkan berupa sejumlah kebutuhan dasar, di antaranya beras, minyak goreng, gula, serta LPG tabung 3 kilogram dan 5 kilogram.
Distribusi tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami dampak paling parah, terutama Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Rudy juga meminta seluruh pihak terkait memastikan proses pengiriman berjalan aman dan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, krisis logistik mulai dirasakan masyarakat Mahulu sejak pertengahan Juli 2026 akibat debit Sungai Mahakam yang turun drastis. Kondisi itu membuat transportasi air, termasuk perahu ketinting dan kapal pengangkut barang, kesulitan beroperasi.
Terhambatnya jalur sungai sebagai akses utama kemudian mengganggu pasokan kebutuhan pokok menuju wilayah hulu dan perbatasan.
Dampaknya, harga sejumlah bahan pokok melonjak tajam. Harga beras bahkan dilaporkan mencapai sekitar Rp1 juta per karung.
Kelangkaan juga terjadi pada sektor energi. Harga LPG 3 kilogram sempat menembus Rp300 ribu per tabung, sementara stok solar semakin terbatas sehingga warga harus mengantre sejak pagi.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan tersebut dapat menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat selama kondisi kemarau dan surutnya Sungai Mahakam berlangsung. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






