Gubernur Rudy Mas’ud Tanggapi Kritik Minim Publikasi Kinerja Pemprov

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kaltim di Samarinda, Kamis (30/4/2026). Ucapan “Sabar Bos, kita bekerja” ia lontarkan sebagai respons terhadap anggapan publik yang menilai kinerja pemerintah kurang terekspos.

Di hadapan para kepala daerah se-Kaltim, Rudy—yang dikenal dengan sapaan Harum—menekankan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan aktif meski tidak selalu tampak di ruang publik. Ia menyebut, prioritas utama pemerintah adalah kerja nyata di lapangan, bukan sekadar menampilkan aktivitas dalam bentuk konten.

Baca Juga :  Kaltim Masih Hadapi Kekurangan Sekolah dan Ketimpangan Guru

“Sabar Bos, kita bekerja. Cuma kami bekerja jarang terliput, karena kami lebih banyak bekerjanya ketimbang dengan kontennya, kami sibuk sekali,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela pembahasan usulan program pembangunan dari kabupaten dan kota dalam forum Musrenbang. Agenda ini menjadi ruang sinkronisasi berbagai prioritas daerah, terutama terkait kebutuhan infrastruktur strategis.

Salah satu proyek yang mencuat adalah rencana pembangunan Jembatan Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu. Rudy mengungkapkan, proyek tersebut akan didukung pembiayaan dari pihak swasta, yakni PT Tujuan Mulia Makmur (TMM), yang menurutnya telah melalui tahap komunikasi dan negosiasi.

Baca Juga :  Kursi Pijat Gubernur Kaltim Jadi Sorotan, Diskominfo Tegaskan Rp125 Juta untuk Dua Unit

“Tujuan Mulia Makmur (TMM) yang akan bangunkan, saya sudah negosiasi dan itu diinisiasi Pak Hashim Djojohadikusumo,” jelasnya.

Ia menilai, keterlibatan pihak swasta menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan di wilayah Mahakam Ulu yang selama ini masih terbatas akses infrastrukturnya. Selain jembatan, pemerintah juga tengah menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mendukung kebutuhan energi di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Penataan Guru Non-ASN di Kaltim Diperkuat, Disdikbud Fokus pada Kualitas dan Pemerataan

Meski demikian, kondisi infrastruktur yang belum memadai membuat sejumlah agenda harus disesuaikan. Rudy menyebut, peresmian proyek yang awalnya direncanakan berlangsung di lokasi akhirnya dipindahkan ke Samarinda. Ia juga menyinggung keterlibatan Presiden Prabowo Subianto dalam inisiasi proyek tersebut. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *