Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Samarinda Masih 6,78 Persen

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda hingga pertengahan 2026 baru mampu menjangkau 6,78 persen dari total sasaran masyarakat. Capaian tersebut masih jauh di bawah target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, yakni minimal 46 persen penduduk di setiap daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Budy Setyawan, mengatakan rendahnya realisasi program dipengaruhi oleh sejumlah kendala, terutama keterbatasan tenaga kesehatan serta dampak kebijakan efisiensi anggaran.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Dorong Reformasi Pembinaan Olahraga di Tengah Tekanan Efisiensi Anggaran

Menurutnya, jumlah sumber daya manusia di fasilitas kesehatan belum memadai untuk memperluas cakupan layanan. Di sisi lain, pemangkasan anggaran pemerintah daerah turut memengaruhi penyediaan bahan habis pakai yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan kesehatan.

“Faktor utama kendalanya adalah keterbatasan SDM tenaga kesehatan. Selain itu, efisiensi anggaran juga berdampak pada minimnya penyediaan bahan habis pakai untuk pemeriksaan medis,” ujar Budy, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga :  102 Sekolah di Kaltim Rampung Direvitalisasi, 21 Satuan Pendidikan Nunggu Giliran

Meski demikian, ia memastikan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG terus mengalami peningkatan secara bertahap setiap bulan. Sebagai gambaran, sepanjang 2025 program tersebut berhasil menjangkau 15,29 persen dari total sasaran warga.

Budy menegaskan layanan CKG tetap tersedia di seluruh puskesmas di Kota Samarinda. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan tersebut dengan melakukan pendaftaran secara langsung di puskesmas terdekat maupun melalui layanan WhatsApp.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Dorong Reformasi Pembinaan Olahraga di Tengah Tekanan Efisiensi Anggaran

Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit yang kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

“Banyak orang merasa dirinya sehat, padahal bisa saja memiliki faktor risiko penyakit yang belum terdeteksi. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha