benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pengamat transportasi sekaligus akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Timur (Kaltim), Tiopan Hendri M Gultom, meminta pemerintah daerah memperkuat sektor-sektor ekonomi alternatif, khususnya pariwisata, untuk meningkatkan pergerakan masyarakat menuju Kaltim.
Menurut dia, kebijakan pemerintah pusat yang membatasi volume kegiatan pertambangan turut menjadi tantangan bagi perekonomian daerah yang selama ini memiliki ketergantungan terhadap sektor tersebut.
Kondisi ini perlu direspons dengan mengoptimalkan potensi ekonomi lain yang dapat mendatangkan pengunjung dan menciptakan aktivitas usaha baru.
Ia menilai, pengembangan destinasi wisata harus dibarengi dengan peningkatan konektivitas serta promosi yang terarah.
Pemerintah daerah perlu menyampaikan keunggulan destinasi wisata yang dimiliki agar semakin dikenal masyarakat luas.
Promosi tersebut juga dapat dilakukan melalui kegiatan kelompok, seperti family gathering, yang berpotensi mendorong perjalanan wisata menggunakan transportasi udara maupun laut.
“Pemerintah daerah harus mulai giat membangun apa yang bisa dijual di daerahnya. Sektor lain, khususnya wisata, perlu ditingkatkan. Konektivitas dan dukungan informasi mengenai keunggulan tempat wisata juga penting untuk meningkatkan pergerakan masyarakat,” jelasnya.
Tiopan menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penginapan, restoran, jasa perjalanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan demikian, upaya meningkatkan mobilitas penumpang perlu dilakukan secara terpadu melalui kebijakan tarif, penguatan konektivitas, serta promosi destinasi wisata. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






