Dispora Kaltim Matangkan Opsi Relokasi Lampu Palaran ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC

Suasana Stadion Utama Palaran saat dilakukan pengecekan oleh Dispora Kaltim. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mempercepat peningkatan fasilitas Stadion Segiri agar memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi nasional maupun internasional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah memindahkan lampu Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri.

Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi standar pencahayaan yang dipersyaratkan AFC dan Super League, yakni minimal 1.800 lux. Saat ini, hasil pengukuran menunjukkan tingkat pencahayaan Stadion Segiri masih berada di angka 935 lux.

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman, mengatakan berbagai kajian teknis telah dilakukan atas arahan Gubernur Kalimantan Timur dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Pada 2–3 Juli 2026, Pemprov Kaltim bersama perwakilan AFC, PSSI, Borneo FC, serta Dinas PUPR Samarinda melakukan inspeksi langsung di Stadion Segiri dan Stadion Utama Palaran untuk menilai kelayakan pemindahan lampu.

Baca Juga :  Sekda Kaltim Ungkap Penyebab Pengisian Jabatan Definitif Molor, Bukan Faktor Like and Dislike

“Secara prinsip pemanfaatan kembali lampu Stadion Utama Palaran sangat potensial untuk mendukung optimalisasi aset daerah yang masih memiliki nilai guna, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak dunia sepak bola di Kaltim,” ujar Rasman.

Hasil simulasi teknis yang dilakukan Dinas PUPR Samarinda bersama Philips menunjukkan, relokasi lampu dari Stadion Palaran diperkirakan mampu meningkatkan pencahayaan Stadion Segiri hingga sekitar 1.667 lux. Dengan demikian, masih diperlukan tambahan sekitar 133 lux atau setara delapan unit lampu agar memenuhi standar.

Sementara itu, hasil perhitungan tim teknis PSSI memperkirakan kebutuhan tambahan sedikit lebih besar, yakni sekitar 300 lux atau sekitar 10 unit lampu.

Rasman menjelaskan, dari sisi konstruksi, tiang lampu Stadion Segiri dinilai masih mampu menopang lampu Philips dari Stadion Palaran yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan lampu yang saat ini terpasang.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Gencarkan Rehabilitasi Mangrove Delta Mahakam, Warga Diajak Kelola Hutan secara Berkelanjutan

“Dengan penyesuaian teknis pada power supply/drive, atau bass lampu yang ditempatkan di bawah masing-masing tiang lampu,” jelasnya.

Meski memiliki potensi untuk direalisasikan, proses pemindahan tetap memerlukan pengawasan ketat. Menurut Rasman, terdapat sejumlah aspek teknis yang harus diperhatikan, mulai dari perbedaan desain pencahayaan, sistem instalasi, dudukan lampu, hingga penyesuaian lensa dan jaringan kabel.

Karena itu, pelaksanaan relokasi akan didampingi tim teknis yang berkompeten, termasuk dari PSSI, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Rasman menegaskan, percepatan pekerjaan menjadi kebutuhan mendesak mengingat Super League dijadwalkan bergulir pada awal September 2026, disusul kompetisi AFC pada awal Oktober 2026.

Dari sisi pendanaan, Dispora Kaltim tengah menjajaki dukungan pembiayaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pertambangan, perkebunan, BUMD, maupun sumber pendanaan lain yang sah.

Baca Juga :  Forum DAS Kaltim Resmi Dilantik, Gubernur Rudy Mas'ud Dorong Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

“Kebutuhan anggaran untuk pembongkaran, pemasangan, dan penambahan lampu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Menurutnya, opsi tersebut menjadi solusi paling realistis mengingat ruang pergeseran anggaran APBD murni telah berakhir, sementara APBD Perubahan 2026 masih dalam proses penetapan.

“Jadi opsi CSR saat ini yang paling tepat dan cepat termasuk jika ada pihak-pihak lain yang ingin berpartisipasi mempercepat proses pembiayaan pelaksanaan pemindahan dan pelaksanaan pemasangan lampu,” tambahnya.

Lebih jauh, Rasman menilai peningkatan kualitas Stadion Segiri tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek teknis semata, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan stadion yang layak untuk menggelar kompetisi sepak bola level nasional maupun internasional sekaligus menjaga citra daerah di mata publik. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha