benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di wilayah tengah Kaltim tak hanya diisi agenda peninjauan pembangunan infrastruktur. Memasuki hari ketiga, orang nomor satu di Benua Etam itu menyambangi Desa Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, untuk memastikan langsung hasil program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah dirasakan masyarakat.
Rombongan Gubernur berangkat dari Barong Tongkok sekitar pukul 07.00 Wita dan tiba di Desa Muara Tae pada pukul 08.48 Wita. Sesampainya di lokasi, Rudy Mas’ud bersama Ketua TP PKK Kalimantan Timur Hj. Sarifah Suraidah Harum meninjau sejumlah rumah yang telah selesai direhabilitasi di sepanjang Jalan Poros Kutai Barat–Kutai Kartanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan secara simbolis hasil rehabilitasi RTLH kepada dua warga penerima manfaat, yakni Sering dan Dedi Simson David.
Saat berdialog dengan warga, Rudy menanyakan apakah masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi setelah rumah mereka selesai diperbaiki. “Hari ini rehabilitasi RTLH sudah kami serahkan, apalagi yang kurang?” tanya Rudy.
Dedi Simson David, seorang petani yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya, mengungkapkan rumahnya masih belum memiliki sambungan listrik dan fasilitas toilet.
“Kami belum ada listrik dan toilet. Kalau ada juga kami mau baju-baju bekas Pak Gubernur,” ucapnya disambut senyum warga yang hadir.
Mendengar hal itu, Rudy langsung merespons. Ia meminta ajudannya mengambil uang tunai sebesar Rp10 juta dari tas pribadinya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.
“Hari ini juga apa yang bapak perlukan sudah saya bawa. Listrik, toilet dan baju baru,” ujar Rudy kepada Dedi dan keluarganya.
Program rehabilitasi RTLH yang diserahkan di Desa Muara Tae merupakan bagian dari pelaksanaan Tahun Anggaran 2025. Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah merehabilitasi 1.000 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Di Kabupaten Kutai Barat sendiri, program tersebut mencakup rehabilitasi 29 unit rumah di Desa Muara Tae, 21 unit di Desa Mancong, 35 unit di Desa Tanjung Isuy, serta 15 unit di Desa Pulau Lanting.
Sementara itu, pada 2026 pelaksanaan program harus disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Untuk sementara, alokasi rehabilitasi baru tersedia bagi 11 unit rumah di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap berupaya memperluas cakupan program melalui optimalisasi anggaran. Sedikitnya 500 unit rumah tambahan ditargetkan dapat direalisasikan, terdiri atas 200 unit melalui pergeseran anggaran dan 300 unit melalui APBD Perubahan 2026 apabila kondisi fiskal daerah memungkinkan.
Tak hanya jumlah penerima yang terus diupayakan bertambah, nilai bantuan rehabilitasi juga meningkat. Jika pada 2025 setiap rumah memperoleh bantuan sebesar Rp25 juta untuk perbaikan atap, lantai, dan dinding, maka pada 2026 besaran bantuan naik menjadi Rp35 juta per unit dengan tambahan pembangunan fasilitas sanitasi, sehingga kualitas hunian masyarakat diharapkan semakin layak dan sehat. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






