Pemprov Kaltim Percepat Pembangunan Jalan dan RSUD di Pedalaman Kutai Barat

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman dengan memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Kabupaten Kutai Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketimpangan pembangunan sekaligus memperkuat peran Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan fokus pembangunan diarahkan pada tiga desa yang masih berstatus tertinggal, yakni Desa Gerunggung, Muara Soke (Tanjung Soke), dan Deraya di Kecamatan Bongan. Ketiga wilayah tersebut selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang belum memadai.

Saat meninjau langsung kawasan tersebut melalui jalur darat, Rudy menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman.

Baca Juga :  Keuangan Negara di Pemerintah Pusat Menipis, Wagub Kaltim Seno Aji Desak Kepala Daerah Lakukan Hal Ini

“Kami berkomitmen penuh untuk mengentaskan isolasi wilayah di pedalaman Kaltim. Seluruh warga pedalaman memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang layak seperti daerah lainnya,” tegas Rudy.

Menurutnya, pembangunan jalan menjadi faktor utama dalam meningkatkan status desa tertinggal. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan meningkat, aktivitas ekonomi dapat berkembang, dan Indeks Desa Membangun (IDM) berpeluang naik sehingga status desa dapat berubah menjadi berkembang bahkan maju.

Berdasarkan hasil peninjauan, masih terdapat sekitar 25 kilometer jalan poros antardesa yang belum memadai dan sebagian besar masih berupa jalan tanah serta berbatu. Ruas tersebut meliputi jalur Gerunggung–Tanjung Soke sepanjang sekitar lima kilometer, Tanjung Soke–Deraya sekitar 10 kilometer, serta Deraya–Lemper/Gerunggung sepanjang kurang lebih 10 kilometer.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Matangkan Opsi Relokasi Lampu Palaran ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC

Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat saat musim hujan. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga menghambat distribusi barang dan mobilitas warga, sekaligus menyebabkan harga kebutuhan pokok di wilayah pedalaman menjadi lebih tinggi.

Untuk mempercepat penanganan, Gubernur menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur segera menyusun dan mengintegrasikan anggaran agar proyek peningkatan jalan dapat segera direalisasikan.

Selain pembangunan jalan, Pemprov Kaltim juga menaruh perhatian pada peningkatan layanan dasar masyarakat. Salah satunya melalui rencana pembangunan RSUD Tipe B di Kecamatan Bongan yang diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Baca Juga :  Forum DAS Kaltim Resmi Dilantik, Gubernur Rudy Mas'ud Dorong Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperkuat jaringan telekomunikasi dan memastikan ketersediaan pasokan listrik di desa-desa, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan digital dan kelistrikan yang lebih baik.

Di sektor ekonomi, pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan pertanian dan perkebunan masyarakat. Dengan tersedianya akses jalan yang lebih baik, hasil produksi warga diharapkan lebih mudah dipasarkan ke berbagai daerah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis Kecamatan Bongan dapat keluar dari status daerah tertinggal sekaligus berkembang menjadi kawasan strategis yang menopang kebutuhan logistik dan pembangunan Ibu Kota Nusantara. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha