benuakaltim.co.id, BERAU– Lonjakan wisatawan yang membeludak di wilayah pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kerap membuat kapasitas penginapan dan homestay setempat overcapacity.
Menanggapi krisis akomodasi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau langsung bergerak cepat dengan menyiapkan opsi area perkemahan (camping ground) sebagai solusi taktis.
Langkah inovatif ini dinilai sebagai jalan keluar paling cepat dan efektif untuk mengantisipasi wisatawan yang telantar saat musim libur panjang. Selain membuka area perkemahan, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan pemanfaatan rumah-rumah warga lokal untuk dijadikan tempat penginapan alternatif.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, mengungkapkan ide segar ini sejatinya lahir dari usulan pihak kecamatan. Aparat jajaran kecamatan jeli melihat potensi lahan-lahan kosong yang masih luas di kawasan pesisir untuk disulap menjadi area berkemah yang representatif.
“Jadi, pengunjung yang mungkin tidak dapat penginapan, kita sediakan tenda dan bisa berkemah di situ. Sistemnya mungkin berbayar dengan tarif tertentu, dan nanti masyarakat di sana yang mengelola,” ujar Yudha saat dikonfirmasi, dikutip pada Senin (6/7/2026).
Yudha tak menampik, membangun infrastruktur penginapan permanen yang baru bukanlah perkara mudah karena membutuhkan waktu lama dan anggaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, kehadiran camping ground menjadi opsi darurat terbaik agar kenyamanan para pelancong yang datang ke Berau tetap terjaga.
Meski menyiapkan opsi tenda, Disbudpar Berau tidak tinggal diam dalam membenahi fasilitas permanen. Pemerintah daerah terus mendorong warga pesisir yang memiliki rumah layak huni untuk menyewakan hunian mereka sebagai homestay, lengkap dengan jaminan bantuan fasilitas dari pemerintah.
Pihak Disbudpar kini tengah mematangkan skenario penganggaran bantuan stimulan tersebut. Rencananya, rumah warga yang terpilih akan disuntik bantuan interior penunjang agar kualitasnya sesuai dengan standar kenyamanan pariwisata nasional.
“Jika dianggarkan, kami akan bantu isi fasilitas dalamnya seperti springbed, seprei, bantal, dan guling yang sesuai standar. Jadi tidak harus membangun rumah baru, tetapi memaksimalkan dan meningkatkan fasilitas yang sudah ada,” terang Yudha.
Sebagai langkah awal, fokus penyediaan akomodasi darurat dan peningkatan fasilitas homestay ini akan diprioritaskan untuk wilayah pesisir daratan Berau. Kawasan ini dinilai paling krusial karena sering kali kewalahan menampung ledakan jumlah turis saat musim liburan tiba.
Sementara itu, untuk destinasi wisata populer berbasis kepulauan seperti Pulau Maratua dan Pulau Derawan, Disbudpar mencatat tingkat keterisian kamar masih berada di ambang aman dan mampu menampung animo kunjungan dengan baik.
“Prioritas yang di pesisir dulu karena memang kewalahan menampung wisatawan yang lumayan banyak. Apalagi nanti saat musim liburan panjang, pasti membludak lagi. Kalau Maratua dan Derawan jumlah pengunjungnya masih stabil dan masih bisa tertampung,” tutup Yudha. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






