benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mempercepat penanganan longsoran di Km 32 ruas jalan nasional Bontang–Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Perbaikan permanen ini dilakukan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur strategis tersebut.
Saat ini, pekerjaan di lapangan terus dikebut dengan melibatkan tenaga kerja dan alat berat. Tahapan yang sedang berlangsung difokuskan pada persiapan fondasi konstruksi penahan longsor serta pembersihan area terdampak.
Beberapa pekerjaan yang tengah dilaksanakan di antaranya pabrikasi pembesian struktur fondasi sebagai penguat konstruksi penahan tanah, serta pembersihan material longsoran dan puing-puing agar proses mobilisasi alat berat dapat berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas.
PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan penanganan permanen ini merupakan langkah penting untuk menjaga kemantapan ruas jalan nasional yang menjadi penghubung utama antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.
“Penanganan longsoran di Km 32 kami lakukan secara permanen agar kondisi jalan kembali aman dan andal bagi masyarakat. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembuatan struktur fondasi penahan longsor serta pembersihan area kerja sebagai tahapan awal sebelum konstruksi utama dilaksanakan,” ujar Khanif.
Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung pelaksanaan di lapangan.
“Kami optimistis pekerjaan dapat rampung sesuai target, sehingga akses Bontang–Sangatta kembali berfungsi secara optimal. Jalur ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di Kalimantan Timur,” katanya.
Khanif juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan dengan mematuhi rambu-rambu sementara dan arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.
“Kami mohon pengertian dari para pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga kami mengimbau pengendara mengurangi kecepatan dan tetap waspada ketika melintasi area proyek,” pungkasnya.
Dengan penanganan permanen tersebut, risiko longsor di Km 32 diharapkan dapat diminimalkan sehingga konektivitas antara Bontang dan Sangatta tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






