BBPJN Kaltim Tangani Titik Longsoran KM 32 Jalan Bontang-Sangatta

Suasana penanganan titik longsoran di km 32 Jalan Bontang-Sangatta oleh BBPJN Kaltim.(FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mempercepat penanganan longsoran di Km 32 ruas jalan nasional Bontang–Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Perbaikan permanen ini dilakukan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur strategis tersebut.

Saat ini, pekerjaan di lapangan terus dikebut dengan melibatkan tenaga kerja dan alat berat. Tahapan yang sedang berlangsung difokuskan pada persiapan fondasi konstruksi penahan longsor serta pembersihan area terdampak.

Beberapa pekerjaan yang tengah dilaksanakan di antaranya pabrikasi pembesian struktur fondasi sebagai penguat konstruksi penahan tanah, serta pembersihan material longsoran dan puing-puing agar proses mobilisasi alat berat dapat berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Baca Juga :  Tinjau Progres IKN, Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN dan Dorong Pelibatan UMKM

PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan penanganan permanen ini merupakan langkah penting untuk menjaga kemantapan ruas jalan nasional yang menjadi penghubung utama antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

“Penanganan longsoran di Km 32 kami lakukan secara permanen agar kondisi jalan kembali aman dan andal bagi masyarakat. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembuatan struktur fondasi penahan longsor serta pembersihan area kerja sebagai tahapan awal sebelum konstruksi utama dilaksanakan,” ujar Khanif.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Geser Jalur Jalan Sp. 3 Muara Wahau–Kelay untuk Cegah Longsor

Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung pelaksanaan di lapangan.

“Kami optimistis pekerjaan dapat rampung sesuai target, sehingga akses Bontang–Sangatta kembali berfungsi secara optimal. Jalur ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di Kalimantan Timur,” katanya.

Khanif juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan dengan mematuhi rambu-rambu sementara dan arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.

Baca Juga :  Tinjau IKN, DPR RI Dorong Nusantara Jadi Contoh Kota Cerdas dan Berkelanjutan

“Kami mohon pengertian dari para pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga kami mengimbau pengendara mengurangi kecepatan dan tetap waspada ketika melintasi area proyek,” pungkasnya.

Dengan penanganan permanen tersebut, risiko longsor di Km 32 diharapkan dapat diminimalkan sehingga konektivitas antara Bontang dan Sangatta tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha