benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 25, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, berlangsung dengan cara yang unik. Warga memanfaatkan barang-barang sederhana seperti botol bekas dan bambu untuk mempercantik lingkungan.
Botol bekas minuman disulap menjadi pot bunga dan hiasan dinding, sementara bambu digunakan sebagai material utama gapura. Berbagai karya tersebut kemudian menghiasi lingkungan RT 25 dalam rangka mengikuti program Kampung Kreatif Merah Putih.
Ketua RT 25, Suwarto, mengatakan seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga. Persiapan hingga penyelesaian berbagai ornamen tersebut dilakukan kurang lebih selama dua pekan.
“Kami memanfaatkan barang daur ulang seperti botol minuman untuk dijadikan pot bunga. Semua dikerjakan bersama-sama oleh warga,” ujar Suwarto, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, pemilihan bambu sebagai bahan gapura juga memiliki makna tersendiri. Material tersebut mengingatkan warga pada perjuangan para pahlawan yang menggunakan bambu runcing sebagai salah satu simbol perlawanan terhadap penjajahan.
Menariknya, warga tidak hanya mengandalkan dana swadaya untuk mempercantik lingkungan. Berbagai bahan juga dikumpulkan secara mandiri dari lingkungan sekitar sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditekan.
Kekompakan warga pun membuat pengerjaan sejumlah ornamen dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana awal.
Suwarto berharap semangat gotong royong yang terbangun selama persiapan HUT RI tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
“Mudah-mudahan gotong royong ini terus berjalan. Bukan hanya karena ada lomba, tetapi menjadi kebiasaan warga,” katanya.
Sementara itu, Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengapresiasi kreativitas dan kekompakan warga RT 25. Menurutnya, berbagai inovasi yang muncul di lingkungan masyarakat merupakan bagian dari upaya menghidupkan semangat Kampung Kreatif Merah Putih.
Ia menjelaskan, program tersebut digagas Kodim 0901 Samarinda bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan. Penilaian dalam program itu diharapkan menjadi pemicu agar kreativitas warga terus berkembang.
“Kreativitas warga di berbagai wilayah bukan semata-mata muncul karena adanya perlombaan. Justru, penilaian empat kriteria Kampung Kreatif Merah Putih menjadi pemantik agar kreativitas dan kebersamaan yang sudah tumbuh di masyarakat semakin kuat,” ujar Aditya.
Ia juga mengingatkan agar berbagai ornamen yang telah dibuat tidak langsung dibongkar setelah perayaan HUT ke-81 RI.
“Ini momentum saja. Setelah 17 Agustus, kekompakan warga tetap harus dijalin. Ornamen-ornamen yang ada juga kami harapkan tetap dipertahankan,” tuturnya.
Aditya menilai kreativitas warga dalam memperindah lingkungan menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi sarana memperkuat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Ia pun memberikan apresiasi kepada warga Samarinda Seberang yang turut memeriahkan HUT ke-81 RI dengan berbagai kreasi dan kegiatan positif di lingkungan masing-masing. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






