benuakaltim.co.id, BERAU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan pantauan satelit BMKG, sebaran asap kini terdeteksi telah memasuki wilayah Kabupaten Berau, khususnya di Kecamatan Segah dan sekitarnya.
Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terutama calon penumpang pesawat, terkait potensi gangguan hingga pembatalan jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Berau, Ade Heryadi, membenarkan citra satelit penyebaran asap per 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA menunjukkan adanya tutupan asap yang bergerak ke arah utara Kaltim.
“Berdasarkan informasi Citra Sebaran Asap Wilayah Kaltim tanggal 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA, sebaran asap sudah terdeteksi di wilayah Berau, khususnya di Segah dan sekitarnya,” ujar Ade Heryadi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Ade menjelaskan, pergerakan angin di wilayah Indonesia secara umum bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Laut – Utara, sehingga membawa material asap karhutla mengarah ke wilayah utara Kalimantan Timur. Fenomena asap ini berdampak langsung pada jarak pandang (visibility) di sekitar kawasan Bandara Kalimarau.
Ade mengungkapkan adanya penurunan kualitas jarak pandang secara signifikan pada pagi hari. “Ada penurunan jarak pandang di Bandara Kalimarau, yaitu berada di kisaran 2.000 hingga 8.000 meter,” ungkapnya.
Kendati jarak pandang sempat menyusut akibat ketebalan asap, pihak otoritas memastikan aktivitas operasional udara sejauh ini masih berjalan. Saat ditanya mengenai potensi gangguan jadwal pesawat, Ade menegaskan belum ada langkah dramatis seperti pembatalan penerbangan.
“Untuk sementara belum ada pembatalan flight (penerbangan),” tegas Ade.
BMKG Berau bersama pengelola Bandara Kalimarau terus melakukan pemantauan intensif (monitoring) terhadap dinamika cuaca, pergerakan angin, serta visibilitas guna menjamin keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
“Masyarakat dan calon penumpang juga diimbau untuk tetap tenang serta memantau pembaruan informasi cuaca resmi secara berkala,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






