benuakaltim.co.id, SAMARINDA– Krisis air bersih yang dialami warga kawasan Bayur, Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, mendapat perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Timur.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan PMI ke RT 38 pada Rabu (2/9/2026) malam. Bantuan tersebut menjadi upaya membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Air dikirim atas arahan BPBD Kota Samarinda dan diambil dari PDAM Cendana. Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.00 Wita, air langsung ditampung ke dalam tandon berkapasitas 5.500 liter yang ditempatkan di depan rumah Ketua RT 38.
Staf PMI Provinsi Kaltim bidang Penanggulangan Bencana, Wahyu Gowank, mengatakan penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak krisis air.
“Tadi malam arahan dari BPBD Kota Samarinda untuk mengirimkan air bersih ke Buangilir RT 38. Air yang dikirim sebanyak 5.000 liter,” kata Wahyu, Kamis (3/9/2026).
Dalam distribusi tersebut, PMI menurunkan dua personel. Warga yang membutuhkan air dapat mengambilnya langsung dari tandon yang telah disiapkan.
Bantuan ini sedikit meringankan beban sekitar 225 jiwa yang bermukim di RT 38. Namun, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah bagi warga setempat.
Ketua RT 38, Hadri, mengatakan aliran PDAM sebenarnya masih tersedia. Hanya saja, distribusinya tidak menentu dengan tekanan air yang sangat kecil.
“Kalau siang mati. Malam sekitar jam 2 baru hidup. Itu pun tidak deras,” ungkap Hadri.
Kondisi tersebut membuat warga harus menunggu hingga dini hari hanya untuk menampung air. Aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya ikut terdampak.
“Untuk mandi, mencuci, berbasuh, memang kesulitan,” ujarnya.
Sebelum bantuan air bersih datang, warga bahkan memanfaatkan sumber air alternatif dari saluran irigasi yang masih memiliki tampungan air. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Langkah itu terpaksa dilakukan karena membeli air secara rutin dinilai cukup memberatkan kondisi ekonomi warga. Hadri pun mengapresiasi bantuan dari BPBD dan PMI.
Namun, ia berharap persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan melalui distribusi air tangki setiap kali musim kemarau. “Harapan kami mudah-mudahan jaringan sekunder bisa sampai ke permukiman kami. Kalau bisa, ada solusi dari PDAM supaya warga tidak terus kesulitan mendapatkan air,” harapnya.
Sementara itu, Wahyu memastikan PMI masih siap melakukan pendistribusian air bersih apabila kebutuhan warga kembali meningkat. Penyaluran berikutnya akan dikoordinasikan bersama BPBD dan pihak terkait dengan melihat kondisi di lapangan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






