Ombak Tinggi hingga Kebakaran Tak Surutkan Minat WNA Wisata ke Maratua dan Derawan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Crescentianus Catur Apriyanto. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Gelombang tinggi laut pesisir hingga insiden kebakaran rupanya tak menyurutkan antusiasme warga negara asing (WNA) untuk melawat ke destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua dan Derawan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Crescentianus Catur Apriyanto, mengungkapkan arus kedatangan turis mancanegara ke wilayah hukumnya hingga kini terpantau tetap tinggi.

“Beberapa kali ke bandara memang masih banyak yang datang untuk WNA. Kemarin saat saya perjalanan dinas dari Surabaya, satu pesawat itu ada sekitar 5 sampai 10 orang WNA. Jadi masih banyak saja yang datang, walaupun ada musibah kebakaran,” ungkap Catur saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  Cegah TPPO, Imigrasi Tanjung Redeb Perketat Wawancara Pemohon Paspor

Menurut Catur, cuaca ekstrem berupa ombak tinggi juga tidak menghalangi niat para turis asing ini. Hal tersebut disebabkan oleh karakteristik dan tujuan utama para pelancong yang sangat spesifik saat berkunjung ke Berau.

“Tujuan mereka kan memang ke Maratua dan Derawan untuk menyelam. Jadi sepertinya tidak berpengaruh, walaupun ombak lagi tinggi. Mayoritas datang memang untuk melihat terumbu karang, hiu paus, atau barakuda,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus ISPA di Berau Melonjak 3 Kali Lipat

Mayoritas turis asing yang berkunjung berasal dari China hingga kawasan Eropa. Berbeda dengan fenomena di Bali yang kerap diwarnai munculnya ‘kampung turis’ atau WNA yang tinggal melebihi izin dan membuat ulah, kondisi di Maratua dinilai jauh lebih kondusif.

“Kalau Maratua ini beda jauh dengan Bali. Di sini penginapannya model cottage terpisah. Turis asing yang ke Maratua itu cost-nya tinggi dari sisi transportasi, jadi mereka memang orang yang benar-benar punya tujuan khusus untuk menyelam. Datang, menginap di cottage, lalu pulang. Jarang sekali ada yang tinggal lama,” papar Catur.

Baca Juga :  Gamalis Tegaskan APBD Tak Bisa Digelontorkan untuk Bangun Sekolah di Kawasan Hutan

Meskipun demikian, pihak Imigrasi Tanjung Redeb terus berkoordinasi dengan pengelola hotel dan resort untuk memantau data serta izin tinggal para WNA guna memastikan seluruh aktivitas turis asing tetap sesuai dengan regulasi keimigrasian yang berlaku. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha