benuakaltim.co.id, BERAU – Lonjakan kasus pasien yang mengalami gejala sesak napas memicu peningkatan drastis terhadap kebutuhan pasokan oksigen medis di UPTD Puskesmas Tanjung Redeb. Penggunaan tabung oksigen yang biasanya bertahan hingga satu bulan kini melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat.
Dokter Umum UPTD Puskesmas Tanjung Redeb, dr. Nina Damayanti Madjid mengungkapkan peningkatan konsumsi oksigen ini terjadi akibat lonjakan kasus pasien yang datang dengan kondisi sesak napas.
“Iya, karena memang banyak kasus pasien sesak, terus untuk oksigennya memang meningkat. Dari sebelumnya biasanya satu bulan masih cukup untuk satu tabung, untuk sekarang bisa tiga sampai empat kali lipat,” ujar dr. Nina Damayanti saat memberikan keterangan, Jumat (4/9/2026).
Kendati terjadi lonjakan konsumsi yang signifikan, dr. Nina memastikan ketersediaan oksigen medis di wilayahnya saat ini masih tercover dengan baik. Namun, pihak puskesmas belum bisa memprediksi hingga berapa bulan stok tersebut akan bertahan secara pasti mengingat jumlah pasien yang tidak menentu.
“Kalau untuk satu minggu ini insya Allah masih aman. Kita tidak bisa pastikan (jangka panjang) karena jumlah pasien kan tidak bisa diprediksi,” tambahnya.
Guna mengantisipasi krisis atau kelangkaan, pihak UPTD Puskesmas Tanjung Redeb telah menjalin kerja sama dengan pihak distributor penyedia oksigen. Langkah siaga bersama pihak ketiga ini dilakukan agar pasokan medis dapat langsung disalurkan dengan cepat apabila terjadi lonjakan kasus susulan. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






