Pelabuhan Jayapura Tumbuh, Arus Peti Kemas Naik 11,2 Persen hingga Agustus 2026

JAYAPURA – Aktivitas logistik melalui Pelabuhan Jayapura menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari–Agustus 2026. Arus peti kemas tercatat mencapai 62.273 TEUs, meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 56.008 TEUs.

Pertumbuhan juga terlihat pada arus barang nonpetikemas. Hingga Agustus 2026, volumenya mencapai 132.618 ton, atau meningkat 101,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 65.879 ton. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya aktivitas bongkar muat general cargo di Pelabuhan Jayapura. Data tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi Pelindo mengenai kinerja Regional 4 hingga Agustus 2026.

General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran Pelabuhan Jayapura dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi logistik di Papua.
“Pertumbuhan arus peti kemas dan barang menjadi indikator bahwa aktivitas logistik di Papua terus bergerak. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta pelayanan yang aman dan berkelanjutan,” ujar Ramdan.

Baca Juga :  Investasi Berau Mulai Diversifikasi, Sektor Ketahanan Pangan Jadi Primadona Baru

Memperkuat Konektivitas Papua
Menurut Ramdan, karakteristik geografis Papua menjadikan konektivitas laut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Pelabuhan Jayapura tidak hanya berfungsi sebagai simpul bongkar muat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang menghubungkan Papua dengan berbagai wilayah di Indonesia. Karena itu, peningkatan aktivitas pelabuhan perlu diikuti dengan penguatan kualitas layanan dan keandalan operasional.

“Pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat. Di Papua, pelabuhan merupakan bagian penting dari rantai pasok dan konektivitas antardaerah. Karena itu, kami terus berupaya menjaga pelayanan agar distribusi logistik dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha,” katanya.

*Sejalan dengan Arah Kebijakan* Pemerintah
Pertumbuhan kinerja Pelabuhan Jayapura juga menjadi bagian dari upaya Pelindo dalam memperkuat transformasi dan efisiensi operasional sebagai bagian dari ekosistem BUMN.
Capaian kinerja Pelabuhan Jayapura sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui BP BUMN dan BPI Danantara dalam memperkuat tata kelola, optimalisasi aset, serta investasi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Arah tersebut selaras dengan upaya penguatan fundamental, kualitas aset, tata kelola, serta transformasi perusahaan BUMN yang menjadi bagian dari agenda Danantara Indonesia.

Baca Juga :  Investasi Berau Mulai Diversifikasi, Sektor Ketahanan Pangan Jadi Primadona Baru

Ramdan mengatakan transformasi tersebut perlu diterjemahkan hingga ke tingkat operasional agar memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan kepelabuhanan.
“Transformasi BUMN harus dapat dirasakan sampai pada tingkat operasional. Di Pelabuhan Jayapura, kami menerjemahkannya melalui peningkatan produktivitas, keandalan pelayanan, efisiensi, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan fasilitas secara optimal,” ujar Ramdan.

*Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Papua*

Kinerja Pelabuhan Jayapura berlangsung di tengah pertumbuhan trafik Pelindo Regional 4. Hingga Agustus 2026, trafik penumpang Regional 4 mencapai 6,02 juta orang, trafik kapal 294,82 juta GT, arus peti kemas 1,70 juta TEUs, dan trafik nonpetikemas 1,43 juta boks.

Baca Juga :  Investasi Berau Mulai Diversifikasi, Sektor Ketahanan Pangan Jadi Primadona Baru

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kepelabuhanan di wilayah Regional 4 terus bergerak seiring dengan kebutuhan konektivitas dan distribusi logistik.
Bagi Pelabuhan Jayapura, peningkatan volume layanan tidak semata-mata mencerminkan pertumbuhan aktivitas bongkar muat, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung pergerakan barang dan aktivitas ekonomi di Papua.
Ramdan menegaskan Pelindo Regional 4 Jayapura akan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan.
“Kami ingin Pelabuhan Jayapura terus tumbuh bersama Papua. Pertumbuhan trafik harus memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi, konektivitas wilayah, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Itu yang menjadi komitmen kami dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal,” ujar Ramdan.

Dengan pertumbuhan arus peti kemas dan barang tersebut, Pelabuhan Jayapura terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul konektivitas maritim di Papua sekaligus bagian dari jaringan logistik nasional. (*)

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha