Lantik 33 Pejabat Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud: Jangan Tunggu Diperintah Baru Bekerja

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melantik 33 PNS dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Kaltim di Gedung Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026). (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melantik dan mengambil sumpah 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, Selasa (20/10/2026).

Dari 33 PNS yang dilantik, sebanyak sembilan orang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama melalui mekanisme manajemen talenta, sedangkan 24 lainnya merupakan pejabat fungsional.

Rudy mengatakan, penempatan para pejabat tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan menjadi bagian dari tour of duty untuk memperkaya pengalaman serta meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara.

Ia menegaskan, jabatan yang diberikan bukanlah hak maupun tempat untuk mencari kenyamanan, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kinerja.

“Jabatan ini bukanlah pemberian. Jabatan ini bukanlah hak, dan juga jabatan ini bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Tetapi jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab, sekaligus juga ujian dari integritas,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, seluruh pejabat yang baru dilantik harus bekerja dalam satu garis, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjalankan kebijakan pemerintah daerah, serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata.

Ia meminta pejabat tidak hanya berorientasi pada administrasi dan laporan, tetapi mampu mengambil keputusan dengan cepat, bertanggung jawab, serta menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.

“Kami tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai untuk membuat laporan, pejabat yang hanya menunggu instruksi. Tetapi kami membutuhkan pejabat yang cepat mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, berani menanggung risiko, berani tampil, mampu menyelesaikan masalah, dan hadir ketika masyarakat kita membutuhkan,” ujarnya.

Khusus pejabat fungsional, Rudy meminta agar profesionalisme dan kompetensi terus diperkuat sesuai bidang masing-masing. Ia juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kaltim.

Rudy kemudian menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi dan energi kerja. Ia mengibaratkan kinerja sebagai hasil perkalian antara kompetensi dan energi.

“Kalau kompetensi Anda nilainya 10 tetapi energinya 0, maka hasilnya adalah nol. Kalau kompetensi Anda 10, energi Anda ada 7, maka nilainya adalah 70,” katanya.

Karena itu, Rudy meminta para pejabat yang baru dilantik tidak sekadar menjalankan jabatan, tetapi menunjukkan kinerja yang terukur.

Ia memastikan pejabat yang berprestasi akan mendapatkan ruang yang lebih besar untuk berkembang. Sebaliknya, pejabat yang dinilai lambat akan dievaluasi, sementara penyalahgunaan kewenangan akan ditindak.

“Yang berprestasi kita akan memberikan ruang yang lebih besar, yang lambat kita akan evaluasi, dan tentu yang bermain-main dengan kewenangan, kami tentunya tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengingatkan jajaran birokrasi Pemprov Kaltim agar tidak menunggu instruksi maupun membiarkan persoalan membesar sebelum mengambil tindakan.

“Jangan tunggu diperintah baru bisa bekerja. Jangan tunggu masalah menjadi besar baru kita bergerak,” katanya.

Sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik dalam kesempatan tersebut yakni:

1. Mohammad Irfan Prananta sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
2. Irhamsyah sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan.
3. Armin sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Doni Fahroni sebagai Kepala Dinas Kehutanan.
5. Yuli Fitrianti sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
6. Andi Muhammad Arpan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
7. Astri Intan Nirwany sebagai Kepala Biro Umum.
8. Mulyono sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
9. Syamsul Hadi sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dokter Kanujoso Djatiwibowo.

Rudy berharap seluruh pejabat tersebut mampu menjaga sumpah dan janji jabatan, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan daerah.

“Mulai hari ini, saya ingin sekali melihat Anda bekerja bukan hanya sekadar jabatan, kami ingin melihat kinerja kerja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha