BPBD Berau Klaim Respons Time 5 Menit Tangani Kebakaran di Tanjung Redeb

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Berau, Masyhadi Muhdi. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau membeberkan capaian luar biasa terkait penanganan kebakaran di wilayah perkotaan.

Kecepatan koordinasi dan respons cepat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana di Bumi Batiwakkal.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Berau, Masyhadi Muhdi mengungkapkan, saat ini pihaknya memiliki standar waktu tanggap atau respons time yang sangat impresif untuk wilayah Tanjung Redeb.

Respons time kebakaran secara umum itu 15 menit setelah laporan, tetapi khusus untuk Tanjung Redeb, dalam 5 menit kami sudah sampai ke lokasi,” ujar Masyhadi dalam agenda Musrenbang Tanjung Redeb baru-baru.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Tangani Kerusakan di Jalan Poros Labanan–Bulungan

Menurut Masyhadi, kecepatan ini bukan tanpa alasan. BPBD Berau terus memperkuat koordinasi antarpersonel dan memastikan konektivitas rencana pembangunan berjalan selaras dengan dokumen teknis penanggulangan bencana.

Saat ini, BPBD telah mengantongi dokumen Sistem Proteksi Kebakaran (SPKB) yang menjadi panduan utama dalam aksi penyelamatan dan pemadaman.

“Kami sudah punya dokumen seperti SPKB untuk rencana penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Jadi, kami bangun konektivitas yang baik antara dokumen dan rencana pembangunan di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas Perkim Berau Batasi Anggaran Hibah Rumah Ibadah, Maksimal Rp 200 Juta

Tak hanya soal pemadaman, BPBD Berau juga gencar melakukan langkah preventif melalui edukasi publik. Menariknya, instansi ini rutin menerima kunjungan dari anak-anak PAUD setiap hari Kamis dan Jumat untuk memberikan pelajaran dasar mengenai pencegahan kebakaran.

“Tahun ini kami juga punya program masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi terkait alat pemadam api ringan (APAR). Kami juga melayani pelatihan APAR secara gratis bagi masyarakat atau instansi yang ingin belajar di kantor kami,” tambah Masyhadi.

Baca Juga :  Gawat! Jalan Poros di Berau Makin Amblas, DPUPR Singgung Anggaran Rp 5 Miliar

Meski menunjukkan performa positif, Masyhadi tidak menampik adanya tantangan, terutama dalam hal koordinasi pemeliharaan infrastruktur seperti hidran bersama instansi terkait lainnya.

Ia menyebutkan, upaya inventarisasi fasilitas pemadam sebelumnya sempat dilakukan bersama DPUPR dan DLHK, namun terkendala komunikasi yang belum berjalan maksimal.

“Insyaallah jika kita mencoba program lain, kami siap membantu melakukan penyelesaian yang komprehensif agar penanggulangan bencana di Berau semakin solid,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *