Disdamkarmat Berau Siapkan Strategi Baru Penanganan Kebakaran

ALAT HYDRANT: Kondisi terkini alat hydrant telah tersedia tepat di Jalan Raja Alam 1 depan Kantor Kelurahan Sambaliung. (Foto: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Penanganan kebakaran di Kabupaten Berau kini memasuki babak baru.

Menyadari kompleksitas tantangan di lapangan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau tengah menyiapkan serangkaian strategi taktis untuk mempercepat waktu respons dan memperkuat sistem proteksi kebakaran.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu inovasi menarik yang tengah digarap adalah pemetaan sumber air secara digital.

Rakhmadi menyebut, pihaknya akan melakukan tagging atau penandaan titik-titik hidran dan sumber air ke dalam aplikasi Google Maps.

Baca Juga :  Diskominfo Berau Genjot Bandwidth Internet hingga 1.200 Mbps, Perkuat Jaringan di Kawasan Wisata

“Kita petakan sumber-sumber yang ada sekarang, kita masukkan, kita tagging ke dalam Google Maps. Karena semua orang itu kan gampang akses ke sana,” ujar Rakhmadi, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini diambil agar petugas di lapangan maupun masyarakat dapat dengan cepat menemukan pasokan air terdekat saat darurat terjadi. Selain itu, ia juga merencanakan pembuatan Rencana Induk Pencegahan Kebakaran untuk menentukan posisi hidran baru berdasarkan kajian konektivitas dengan jalur PDAM.

Baca Juga :  Hadapi Kemarau Panjang, Berau Minta Bantuan Irigasi ke Kementan

Tak hanya urusan teknis, Rakhmadi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan di sektor swasta. Dalam waktu dekat, tim Disdamkarmat dijadwalkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan, terutama perkebunan yang memiliki risiko kebakaran lahan.

“Kami harus inspeksi ke perusahaan-perusahaan. Jadi perusahaan harus bisa mengantisipasi, apalagi perkebunan sudah ada sarana operasionalnya,” tegasnya.

Selain sidak, kunjungan rutin ke pos-pos pemadam kebakaran juga akan diintensifkan untuk memantau kekurangan logistik dan peralatan di setiap wilayah.

Baca Juga :  Disdamkarmat Berau Evakuasi Monyet Bekantan Masuk Rumah Warga

Di akhir keterangannya, Rakhmadi mengingatkan bahwa peran aktif masyarakat sangatlah krusial. Warga lokal dianggap lebih memahami seluk-beluk wilayah dan akses masuk tercepat bagi selang pemadam.

“Peran aktif masyarakat itu perlu kita perkuat. Karena mereka yang lebih tahu kebakaran di sini, akses masuk selang yang lebih dekat di mana,” pungkasnya.

Dengan kombinasi teknologi, pengawasan ketat terhadap perusahaan, dan partisipasi publik, Disdamkarmat Berau optimistis ancaman kebakaran dapat diminimalisir secara bertahap. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *